KA Bandara YIA Catat 1,9 Juta Pergerakan, Ini Perubahan Setelah Dikelola KAI Commuter
KA Bandara YIA mencatat 1,9 juta pergerakan penumpang hingga 16 September 2026. Kini dikelola KAI Commuter, tarif dan jadwal tetap.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, memimpin bedah rumah di Prawirodirjan, Kemantren Gondomanan, Minggu (14/9/2025). - Istimewa - Dokumen Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA–Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mencatat masih ada sekitar 1.600 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Jogja hingga akhir 2024. Untuk memperbaiki kondisi tersebut, Pemkot mendorong keterlibatan Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai pihak.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo menuturkan sebagian besar RTLH berada di wilayah Gondokusuman. Beberapa di antaranya terletak di pinggir rel kereta dan bantaran sungai. Kondisi lingkungan tersebut membuat hunian tidak sehat dan rawan penyakit.
“Pembangunan itu tanpa APBD [Kota Jogja], seluruhnya gotong royong,” katanya Rabu (17/9/2205).
Hasto menuturkan beberapa pihak sudah bergabung dalam program tersebut, antara lain Real Estate Indonesia (REI) DIY. REI menyiapkan alokasi sekitar Rp20 juta untuk memperbaiki setiap unit rumah. Program perbaikan dilakukan secara bertahap dengan target sekitar dua rumah setiap akhir pekan.
“Setiap Minggu ada kegiatan bedah rumah, rata-rata Rp20 juta per unit. Jadi tidak ada yang pakai APBD, semuanya dari CSR dan gotong royong masyarakat,” katanya.
BACA JUGA: Kota Jogja Targetkan Gunakan Parkir Digital di Semua Titik
Selain REI, sejumlah perusahaan, instansi, dan perorangan juga turut menyumbang. Dukungan ini membuat Pemkot Jogja optimistis perbaikan RTLH bisa berjalan lebih cepat.
Perbaikan RTLH sebelumnya telah dilakukan di beberapa kecamatan, seperti Umbulharjo, Kotagede, dan Mergangsan. Ke depan, menurutnya, program tersebut akan diperluas ke wilayah lain sesuai prioritas, terutama yang berada di kawasan padat penduduk dengan risiko kesehatan tinggi.
Hasto menyebut beberapa pemilik RTLH mengalami penyakit yang diduga disebabkan karena lingkungan yang tidak sehat. Beberapa pemilik tersebut mengalami leptospirosis dan Tuberculosis (TB). Karena itu, dia mendorong agar perbaikan RTLH dapat terus dilakukan di waktu mendatang sehingga masyarakat dapat tinggal pada hunian yang layak huni yang mendukung kesehatannya.
Menurut Hasto, keterlibatan CSR dalam program ini tidak hanya membantu masyarakat pra sejahtera, tetapi juga mendorong semangat gotong royong lintas sektor.
“Yang paling penting adalah menolong warga miskin agar memiliki rumah yang layak. Itu jauh lebih bermanfaat daripada hanya membangun fasilitas yang mewah,” katanya. (Stefani Yulindriani)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KA Bandara YIA mencatat 1,9 juta pergerakan penumpang hingga 16 September 2026. Kini dikelola KAI Commuter, tarif dan jadwal tetap.
Jadwal KA Bandara YIA, Selasa, 13 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 13 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 12 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa, 13 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan dan tarif tiket Rp8.000.
Serikat pekerja Gunungkidul meminta survei Kebutuhan Hidup Layak kembali dilakukan sebagai bahan pertimbangan penetapan UMK 2027.