Pemkab Kulonprogo Rotasi Pejabat, Susilaningsih Jadi Direktur RSUD Wates
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) berada di pesawat Garuda yang disewa khusus di Bandar Udara Internasional Velana, Maldives, Jumat (1/5/2020) malam. KBRI Colombo merepatriasi mandiri geelombang kedua dengan memulangkan 347 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Sri Lanka dan Maladewa ke Indonesia akibat pandemi Virus Corona (COVID-19)./ ANTARA FOTO-Lutfi Andaru
Harianjogja.com, KULONPROGO—Warga Kulonprogo yang ingin menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) ke luar negeri diingatkan untuk berhati-hari memilih penyalur yang jelas track recordnya.
Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan, Produktivitas Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kulonprogo, Yuli Indriyatno menekankan pentingnya calon pekerja migran dalam mencari penyalur agar tidak menjadi korban.
BACA JUGA: Pertama di Kulonprogo, Lumbung Mataraman Segera Hadir di Giripeni
Menurutnya, penyalur PMI yang tidak jelas sangat merugikan karena hak-haknya tidak akan terpenuhi. Bahkan yang paling riskan menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
"Sosialisasi terkait ikatan kerja antar negara kami lakukan khususnya untuk masyarakat yang berminat bekerja di luar negeri agar dapat dipahami sehingga tidak asal menjadi PMI," katanya, Senin (22/9/2025).
Yuli menyampaikan, Disnaker Kulonprogo bukan penyalur tetapi persyaratan menjadi PMI seperti rekomendasi berasal dari instansinya. Selain rekomendasi itu, katanya, ada wawancara juga terhadap calon PMI. Nantinya dari perusahaan penyalur akan melaporkannya ke Disnaker Kulonprogo ketika sudah memberangkatkan PMI.
Dia mengatakan, calon PMI yang mendapat rekomendasi belum tentu pasti berangkat menjadi PMI. Mekanisme tersebut yang biasanya dilakukan para penyalur PMI yang legal dan profesional. "Belum tentu yang ngurus perizinan bisa pasti berangkat karena barangkali ada seleksi tambahan sehingga tidak langsung berangkat," imbuhnya.
Yuli mengungkapkan PMI Kulonprogo yang bekerja di luar negeri rata-rata usianya di bawah 40 tahunan. Menurutnya alasan memilih bekerja di luar negeri karena beberapa faktor.
"Biasanya dapat cerita dari teman atau saudara yang sudah berangkat tertarik karena gajinya atau pendapatannya besar, kemudian lapangan pekerjaan di Kulonprogo yang minim sehingga alternatif milih ke luar negeri, itu menjadi faktor-faktor warga Kulonprogo bekerja di luar negeri," ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala Disnaker Kulonprogo, Bambang Sutrisna membeberkan sepanjang 2025 sebanyak 158 warga Kulonprogo menjadi PMI ke berbagai negara di dunia. pada 2024 ada 173 yang menjadi PMI dan 2023 sebanyak 249 PMI dari bumi Binangun yang berangkat ke luar negeri.
Persebarannya ke negara seperti Malaysia, Taiwan, Hongkong, Korea Selatan, Jepang, Polandia, Turki dan Kroasia. "Mereka bekerja di bidang caregiver, operator produksi, pertanian, peternakan, spa, hotel, dan caddy," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Cek jadwal SIM Keliling dan SIM Corner Polda DIY Oktober 2026, lengkap dengan lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Jadwal KA Bandara YIA 4 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jam keberangkatan YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta layanan Wates.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja hari ini, Minggu 4 Oktober 2026, tersedia ke 5 tujuan. Cek jam keberangkatan dan tarif normal Rp80.000.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis 4 Oktober 2026 tersedia enam kali. Tarif perjalanan ditetapkan Rp12.000.
Penjualan Daihatsu kuartal III 2026 mencapai 37.167 unit, tumbuh 10%. Gran Max Series menjadi model dengan penjualan tertinggi.