Saemen Fest 2026 Sold Out, 20.000 Penonton Padati Stadion Kridosono
Saemen Fest 2026 di Jogja mencetak rekor dengan 20.000 penonton. Seluruh tiket habis terjual dan festival dipastikan kembali digelar pada 2027.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Ruas jalan provinsi di wilayah Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Bantul, dipastikan menjadi prioritas perencanaan perbaikan. Jalan rusak tersebut akan masuk dalam penyusunan Detail Engineering Design (DED) pada 2026 mendatang.
Lurah Wukirsari, Susilo Hapsoro, mengungkapkan kondisi jalan itu sudah lama menjadi keluhan warga. Meski beberapa kali ditambal, permukaan jalan kembali bergelombang dan berbahaya bagi pengguna. Bahkan warga sempat melakukan penambalan seadanya menggunakan semen dan tanah.
BACA JUGA: Pemkab Gunungkidul Siapkan Rp100 Juta untuk Antisipasi Keracunan MBG
“Dua tahun lalu lokasi itu sempat disurvei, tapi tidak jadi diperbaiki, mungkin karena pandemi. Sudah ditambal tiga kali, tapi tetap rusak. Warga sampai menambal sendiri karena tak kunjung ada penanganan,” ujar Susilo saat audiensi di Gedung DPRD DIY, Selasa (23/9/2025).
Ia menegaskan pentingnya perbaikan jalan tersebut karena jalur itu menjadi akses utama menuju Pleret maupun Pasar Imogiri. Banyak pekerja pabrik setiap hari melintas di ruas tersebut sehingga kualitas jalan sangat berpengaruh pada aktivitas ekonomi warga.
“Banyak warga kami yang bekerja di pabrik, aksesnya lewat situ. Mereka bertanya-tanya kenapa wilayah lain jalannya mulus, sementara di Wukirsari tidak,” imbuhnya.
Selain kerusakan jalan, warga juga mengeluhkan kurangnya penerangan jalan umum (PJU). Kondisi jalan bergelombang yang minim pencahayaan berulang kali menimbulkan kecelakaan.
“Dalam seminggu terakhir saja sudah ada empat kali kecelakaan karena jalan gelap dan rusak,” jelas Susilo.
Kepala Bidang Bina Marga DPUP-ESDM DIY, Tri Murtoposidi, menyebut permasalahan serupa tidak hanya terjadi di Wukirsari, melainkan juga di berbagai titik lain di DIY. Saat ini tercatat ada 215 kilometer jalan provinsi yang tidak dalam kondisi baik. Untuk perbaikan menyeluruh dibutuhkan anggaran sekitar Rp2,3 triliun.
“Keterbatasan fiskal membuat pemeliharaan jalan tidak bisa optimal. Namun untuk Wukirsari, sudah masuk prioritas DED pada 2026. Kalau sudah disusun DED, peluangnya besar untuk dikerjakan,” tegasnya.
Ketua DPRD DIY, Nuryadi, menambahkan pihaknya berkomitmen mengawal rencana ini agar benar-benar terealisasi. Menurutnya, peran dewan adalah memastikan kebutuhan masyarakat terakomodasi dalam kebijakan pembangunan.
“DED sudah oke, selanjutnya kami perjuangkan agar bisa dieksekusi pada 2026. Aspirasi masyarakat Wukirsari akan kami kawal,” ucapnya.
Terkait usulan penerangan jalan, disebutkan bahwa program tersebut dapat diikutkan dalam paket peningkatan jalan. Namun jika belum masuk tahap peningkatan, kewenangan masih berada di Dinas Perhubungan. Catatan mengenai kebutuhan lampu jalan di 28 titik sudah diterima dan akan diupayakan agar bisa direalisasikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Saemen Fest 2026 di Jogja mencetak rekor dengan 20.000 penonton. Seluruh tiket habis terjual dan festival dipastikan kembali digelar pada 2027.
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
KPK menyita Toyota Alphard milik Bupati Lombok Barat nonaktif Lalu Ahmad Zaini yang diduga diterima dari pihak swasta terkait proyek di PT Air Minum Giri Menang
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk meraih penghargaan sebagai Pelopor Industri Herbal Berkelanjutan & Kemitraan Lokal dalam ajang JBBA 2026
Gerakan Nurani Bangsa menyoroti turunnya kepercayaan publik terhadap pemerintah saat bertemu Sri Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Kilen.
Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 1950 menjadi landasan hukum yang menegaskan status Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai daerah istimewa setingkat provinsi