Wisata ke Jogja, Kereta Api Jadi Pilihan 27,6% Penumpang
Sebanyak 27,6% perjalanan penumpang kereta api menuju Jogja bertujuan wisata. KAI mencatat jutaan penumpang di Stasiun Jogja dan Lempuyangan.
Arsip-Proses pengolahan sampah dengan output berupa RDF di TPS 3R Nitikan, Kamis (2/5/2024)./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Ada 44 Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kabupaten Sleman hingga saat ini. Dari jumlah ini, 12 di antarnya berhentik beroperasi. Ada sejumlah faktor penyebab, seperti ketiadaan sumber daya manusia (SDM).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, Sugeng Riyanta, mengatakan ada perbedaan antara operasional TPS3R di wilayah perkotaan dengan perdesaan. TPS3R cenderung tidak beroperasi di perdesaan.
Faktor penyebabnya, kata dia adalah perbedaan kemampuan dan kemauan membayar warga, selain memang tidak ada SDM pengelolanya.
“Kalau di perdesaan juga warga biasanya mengolah sampah secara mandiri, seperti membuat jugangan [lubang galian tanah untuk membuang sampah],” kata Sugeng dihubungi, Sabtu (27/9/2025).
TPS3R yang berhenti beroperasi tersebut ada di Kapanewon Turi, Cangkringan, Tempel, Kalasan, Prambanan, Mlati, Moyudan, Minggir, dan Godean. Kapanewon Prambanan menjadi wilayah dengan tiga TPS3R berhenti beroperasi.
Khusus di Kapanewon Mlati, ada satu transfer depo yang berhenti beroperasi dari total 14 transfer depo di seluruh Sleman.
BACA JUGA: Hampir 40 Persen Sampah di Sleman Berasal dari Empat Kapanewon Ini
Kepala UPTD Persampahan DLH Sleman, Singgih Budiyana, mengatakan tidak beroperasinya transfer depo tersebut memiliki dampak terhadap proses pengangkutan sampah. Dia menjelaskan alur pengangkutan sampah yang dirancang DLH perlu melalui transfer depo.
Dari hulu atau rumah tangga, sampah akan dikirim ke transfer depok oleh petugas angkut. Sampah yang ada di transfer depok kemudian akan diambil oleh truk UPT Persampahan DLH Sleman. Hilir pembuangan sampah itu adalah TPST.
“Memang berpengaruh, tapi pengaruhnya juga tidak signifikan [pengangkutan sampah tetap berjalan],” kata Singgih.
Setiap orang/ jiwa di Kabupaten Sleman memproduksi sampah 0,52 kilogram (kg) per hari. Dengan melihat jumlah penduduk pada 2024 yang mencapai 1.157.290 jiwa, timbulan sampah di seluruh kapanewon mencapai 601,79 ton per hari (tph). Dominasi sumber sampai paling banyak dari rumah tangga dengan jenisnya sampah sisa makanan.
Pemkab Sleman tidak hanya mengandalkan TPS3R untuk mengolah sampah. Ada juga tiga TPST yang saat ini telah beroperasi, seperti TPST Tamanmartani Kalasan, TSPT Donokerto Turi, dan TPST Sendangsari Minggir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 27,6% perjalanan penumpang kereta api menuju Jogja bertujuan wisata. KAI mencatat jutaan penumpang di Stasiun Jogja dan Lempuyangan.
Binance dikabarkan kehilangan aset kripto senilai US$6,3 miliar akibat peretasan. Sebagian dana disebut telah dibekukan, sementara penyelidikan berlangsung.
Giorgio Chiellini pernah mengkritik Mario Balotelli dan Felipe Melo dalam autobiografinya. Pernyataannya memicu kontroversi hingga berujung permintaan maaf.
Adele dikabarkan menyiapkan album kelima berjudul sementara 39 untuk 2027. Album ini disebut menghadirkan warna musik baru tanpa meninggalkan balada khasnya.
Harianjogja.com, JOGJA—Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY menyebut pelaku usaha saat ini masih menahan ekspansi di tengah ketidakpastian ekonomi. Hal ini dip
Lebih dari 300 ekstensi Chrome diduga memanipulasi mesin pencari dan memantau riwayat pencarian. Simak cara memeriksa dan menghapusnya.