Lansia di Jogja Jadi Tantangan Penerapan Identitas Digital
Dukcapil Kota Jogja memperkirakan 30% warga masih kesulitan menggunakan IKD, terutama lansia yang belum terbiasa dengan teknologi digital.
Sosialisasi pengolahan sampah di SMPN 5 pada Rabu (1/10/2025). /Harian Jogja-Stefani Yulindriani.
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja menggagas program pengolahan sampah di sekolah sebagian bagian dari Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos). Sebagai tahap awal, SMPN 5 Kota Jogja sebagai pilot project program pengolahan sampah tersebut.
Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja, Bambang Seno Baskoro menyampaikan SMPN 5 akan mendirikan bank sampah sebagai bagian dari pengelolaan sampah anorganik.
“Tujuannya, anak-anak dapat membawa sampah anorganik dari rumah untuk disimpan di bank sampah SMPN 5,” katanya, Selasa (1/10/2025).
BACA JUGA: Prabowo Minta SPPG Miliki Rapid Test, Uji Menu MBG Bebas Racun
Melalui sistem ini, pelajar maupun guru bisa menabung dari sampah anorganik yang terkumpul. Pengangkutan sampah nantinya akan dikoordinasikan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja dengan menggandeng offtaker.
Selain itu, Pemkot Jogja juga menyediakan 20 lubang biopori di SMPN 5 untuk mengolah sampah organik, khususnya sisa makanan dari pelajar.
“Dengan adanya pengolahan sampah organik di SMPN 5, harapannya bisa membantu mengurangi timbunan sampah di Kota Jogja,” katanya.
Kepala SMPN 5 Jogja, Siti Arina Budiastuti mendukung penuh program ini. SMP 5 sebenarnya sudah mengolah sampah secara mandiri, namun dengan adanya gerakan Mas Jos, pengelolaan bisa lebih maksimal.
“Nantinya pelajar diwajibkan membawa sampah. Harapan kami, ilmu yang diperoleh tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga di rumah, sehingga tercipta lingkungan bersih yang nyata,” katanya.
Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas dan Pengawasan Lingkungan Hidup DLH Kota Jogja, Supriyanto menambahkan pihaknya akan terus mendorong pelajar untuk belajar memilah sampah.
BACA JUGA: Viral Emak-emak Siram Bensin ke Tubuh Polisi, Begini Kronologinya
“Pelajar akan diminta membawa sampah anorganik dari rumah ke sekolah untuk diolah ke bank sampah. Sedangkan sampah organik akan diproses melalui biopori,” katanya.
Melalui program percontohan ini, Pemkot berharap kesadaran pengelolaan sampah di kalangan pelajar semakin meningkat dan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain di Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dukcapil Kota Jogja memperkirakan 30% warga masih kesulitan menggunakan IKD, terutama lansia yang belum terbiasa dengan teknologi digital.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.