Lahan Pertanian DIY Susut 150-200 Ha per Tahun, Dewan Beri Peringatan
DPRD DIY menyoroti alih fungsi lahan pertanian 150-200 hektare per tahun dan meminta RPPLH 2026-2056 menjadi dasar pembangunan berkelanjutan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Seorang pedagang bakwan kawi menjadi korban penusukan di Jalan Pabringan, Kemantren Gondomanan, tepatnya di depan Bank BPD Mikro DIY, tak jauh dari Pasar Beringharjo, Kota Jogja, Sabtu (11/10/2025) sore.
Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Gandung Harjunadi, mengatakan peristiwa tersebut dilaporkan masyarakat sekitar pukul 15.00 WIB. Petugas Piket Polsek Gondomanan segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan adanya tindak penganiayaan.
“Korban diketahui bernama ZA, 33, seorang pedagang bakwan kawi asal Panggang, Gunungkidul. Korban mengalami luka tusuk di bagian punggung dan tangan kanan,” jelas Gandung, Sabtu (11/10/2025).
Pelaku diketahui berinisial RH, 36, warga Patalan, Jetis, Bantul, yang berprofesi sebagai karyawan swasta. Saat kejadian, korban sedang membuat dagangan bakwan kawi. Pelaku kemudian mengambil pisau dan langsung menusuk korban dari belakang sebanyak tiga kali hingga mengenai punggung.
“Saksi di lokasi sempat mengamankan korban agar tidak terkena tusukan di bagian leher. Namun pelaku masih sempat menusuk tangan kanan korban saat korban berusaha lari,” ungkap Gandung.
Saksi lain kemudian membantu mengamankan pelaku dan membawanya ke Pos Jogomaton sebelum akhirnya diserahkan ke Polresta Jogja. Korban segera dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Jogja untuk mendapatkan perawatan.
Barang bukti berupa satu bilah pisau turut diamankan polisi. “Pelaku saat ini sudah kami amankan di Polresta Yogyakarta untuk proses hukum lebih lanjut,” jelasnya.
Adapun motif pelaku penusukan masih belum diungkap secara detail dan masih dalam penyelidikan kepolisian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY menyoroti alih fungsi lahan pertanian 150-200 hektare per tahun dan meminta RPPLH 2026-2056 menjadi dasar pembangunan berkelanjutan.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.