Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Kelompok bank sampah dan pokdarwis Baciro memanen maggot, di Kelurahan Baciro, Kamis (9/10/2025)./ist Baciro
Harianjogja.com, JOGJA — Program budidaya maggot yang dijalankan oleh jaringan bank sampah se-Kelurahan Baciro mulai menunjukkan hasil menggembirakan. Sekitar dua minggu sejak dimulainya budidaya, kelompok bank sampah di Baciro berhasil memanen 7,4 kilogram maggot kering.
Pemanenan dilakukan pada Kamis (9/10/2025) dan diikuti oleh sejumlah bank sampah di Baciro, antara lain Bank Sampah Ceria RW 4, Cindelaras RW 5, Dua Dua RW 6, Mawar Merah RW 7, Kuncung RW 9, Sumber Arto RW 12, Tridaya RW 13, Mojo Indah RW 15, Ngudi Resik RW 17, Migunani RW 18, Cattleya RW 19, Anggrek Bersemi RW 20, dan Melati RW 21.
Hasil penggemukan maggot tersebut kemudian diambil oleh offtaker dari Giwangan, yang sebelumnya juga memberikan pelatihan budidaya maggot pada 26 September 2025. Pelatihan tersebut diikuti oleh perwakilan bank sampah, PKK Kelurahan, dan Pokdarwis Baciro.
Sebagai sarana budidaya, box maggot ditempatkan di rumah masing-masing pengurus kelompok, sedangkan box yang dikelola PKK Kelurahan ditempatkan di salah satu ruangan kantor kelurahan.
Saat panen bersama, seluruh box maggot dibawa ke kantor kelurahan untuk dilakukan penimbangan dan evaluasi oleh offtaker. Waktu dan tempat panen disepakati bersama antara pihak kelurahan dan offtaker.
Lurah Baciro, Sutikno, menjelaskan bahwa pelaksanaan panen secara bersama memiliki nilai positif karena menjadi ajang belajar dan berbagi pengalaman antarkelompok.
“Bank sampah dapat melihat hasil budidaya dari kelompok lain dan saling berbagi pengalaman dalam memelihara maggot,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (13/10/2025).
Menurut Sutikno, kegiatan penggemukan maggot oleh bank sampah, PKK Kelurahan, dan Pokdarwis Baciro secara umum berhasil dengan baik, meskipun masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Keberhasilan itu terlihat dari kondisi maggot hasil panen yang kering, bersih, dan memiliki berat mencapai 7,4 kilogram.
Sutikno menambahkan, salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan maggot adalah kondisi makanan yang diberikan.
“Apabila makanan yang diberikan terlalu basah, maka media dalam kotak juga menjadi lembab dan basah, sehingga memengaruhi kondisi maggot,” jelasnya.
Usai panen, seluruh kelompok bank sampah yang telah menyerahkan hasil budidayanya mendapatkan baby maggot baru dari offtaker. Bibit tersebut dimasukkan kembali ke dalam box yang sama untuk menjalani proses penggemukan selama sekitar 14 hari.
Program budidaya maggot ini menjadi bukti nyata komitmen Kelurahan Baciro dalam mendukung upaya reduksi sampah organik, terutama sampah basah rumah tangga.
“Keberhasilan budidaya maggot di Kelurahan Baciro menjadi indikator bahwa proses reduksi sampah, khususnya sampah organik basah, telah berjalan dengan baik,” tutup Sutikno
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Indomaret Cabang Yogyakarta Bersama PMI Sleman kembali Gelar Aksi Donor Darah Disertai Pemeriksaan Mata dan Cek Kesehatan Gratis Dari Puskesmas Gamping 2
Rute Trans Jogja 2026 makin luas dengan pembayaran digital memakai GoPay dan kartu elektronik. Cek daftar jalur dan tarif terbaru di DIY.
Sharp Indonesia Hadirkan Professional Portable Speaker Terbaru dengan Suara Powerful untuk Karaoke hingga Live Performance
Menlu Sugiono memastikan penangkapan WNI dalam misi Gaza bukan penyanderaan. Pemerintah RI terus mengupayakan pemulangan mereka.
Daihatsu terus mendekatkan diri kepada seluruh masyarakat di Indonesia melalui semangat campaign “Karena Kamu Ada”.