Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Kelompok bank sampah dan pokdarwis Baciro memanen maggot, di Kelurahan Baciro, Kamis (9/10/2025)./ist Baciro
Harianjogja.com, JOGJA — Program budidaya maggot yang dijalankan oleh jaringan bank sampah se-Kelurahan Baciro mulai menunjukkan hasil menggembirakan. Sekitar dua minggu sejak dimulainya budidaya, kelompok bank sampah di Baciro berhasil memanen 7,4 kilogram maggot kering.
Pemanenan dilakukan pada Kamis (9/10/2025) dan diikuti oleh sejumlah bank sampah di Baciro, antara lain Bank Sampah Ceria RW 4, Cindelaras RW 5, Dua Dua RW 6, Mawar Merah RW 7, Kuncung RW 9, Sumber Arto RW 12, Tridaya RW 13, Mojo Indah RW 15, Ngudi Resik RW 17, Migunani RW 18, Cattleya RW 19, Anggrek Bersemi RW 20, dan Melati RW 21.
Hasil penggemukan maggot tersebut kemudian diambil oleh offtaker dari Giwangan, yang sebelumnya juga memberikan pelatihan budidaya maggot pada 26 September 2025. Pelatihan tersebut diikuti oleh perwakilan bank sampah, PKK Kelurahan, dan Pokdarwis Baciro.
Sebagai sarana budidaya, box maggot ditempatkan di rumah masing-masing pengurus kelompok, sedangkan box yang dikelola PKK Kelurahan ditempatkan di salah satu ruangan kantor kelurahan.
Saat panen bersama, seluruh box maggot dibawa ke kantor kelurahan untuk dilakukan penimbangan dan evaluasi oleh offtaker. Waktu dan tempat panen disepakati bersama antara pihak kelurahan dan offtaker.
Lurah Baciro, Sutikno, menjelaskan bahwa pelaksanaan panen secara bersama memiliki nilai positif karena menjadi ajang belajar dan berbagi pengalaman antarkelompok.
“Bank sampah dapat melihat hasil budidaya dari kelompok lain dan saling berbagi pengalaman dalam memelihara maggot,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (13/10/2025).
Menurut Sutikno, kegiatan penggemukan maggot oleh bank sampah, PKK Kelurahan, dan Pokdarwis Baciro secara umum berhasil dengan baik, meskipun masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Keberhasilan itu terlihat dari kondisi maggot hasil panen yang kering, bersih, dan memiliki berat mencapai 7,4 kilogram.
Sutikno menambahkan, salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan maggot adalah kondisi makanan yang diberikan.
“Apabila makanan yang diberikan terlalu basah, maka media dalam kotak juga menjadi lembab dan basah, sehingga memengaruhi kondisi maggot,” jelasnya.
Usai panen, seluruh kelompok bank sampah yang telah menyerahkan hasil budidayanya mendapatkan baby maggot baru dari offtaker. Bibit tersebut dimasukkan kembali ke dalam box yang sama untuk menjalani proses penggemukan selama sekitar 14 hari.
Program budidaya maggot ini menjadi bukti nyata komitmen Kelurahan Baciro dalam mendukung upaya reduksi sampah organik, terutama sampah basah rumah tangga.
“Keberhasilan budidaya maggot di Kelurahan Baciro menjadi indikator bahwa proses reduksi sampah, khususnya sampah organik basah, telah berjalan dengan baik,” tutup Sutikno
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
America.gov jadi chatbot AI pemerintah AS untuk mencari informasi federal. Simak fitur, Gemini-Grok, rencana layanan dan privasinya.
Argentina menang 4-0 atas Bolivia. Nico Paz mencetak gol, Cristian Romero memimpin sebagai kapten, dan Messi masih disiapkan untuk laga perpisahan.
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian. Antam 1 gram tercatat Rp2,634 juta, Galeri24 Rp2,527 juta dan UBS Rp2,552 juta.
Irlandia vs Austria di Nations League 2 Oktober 2026. Simak jadwal, klasemen Grup B3, kondisi skuad, dan prediksi pertandingannya.
BMKG mengingatkan Jateng selatan mewaspadai hujan lebat, petir, angin kencang, dan puting beliung saat peralihan musim Oktober-November 2026.