130 Warga Sleman Keracunan Usai Hajatan, Ini Hasil Uji Laboratoriumnya
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Seorang pria sedang memarkirkan motornya di sisi timur dapur SPPG Jogotirto, Kapanewon Berbah, Sleman, Senin (13/10/2025). /Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono.
Harianjogja.com, SLEMAN—Yayasan yang mengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jogotirto di Padukuhan Blambangan, Kalurahan Jogotirto, Berbah, Sleman buka suara terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berhenti sementara. Penyebab utamanya adalah ketiadaan anggaran.
PIC Yayasan, Aris membenarkan SPPG Jogotirto memutuskan menghentikan operasional dapur sementara. Sebab utamanya adalah keterlambatan/ketiadaan anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Periode sepuluh hari kemarin ada keterlambatan anggaran, tetapi kami mencoba tetap running program. Tapi Senin ini [13 Oktober], kami belum bisa running,” kata Aris dihubungi, Senin (13/10/2025).
Ia menambahkan operasional dapur tidak boleh menggunakan dana talangan apabila mengacu pada regulasi yang ada. Yayasan masih berkomunikasi dengan Koordinator Wilayah dan Kepala Regional BGN DIY terkait keterlambatan anggaran tersebut.
Yayasan bersama SPPG sedang menelusuri kekeliruan permohonan anggaran apabila memang ada. Biasanya, proposal yang keliru akan mendapatkan notifikasi status untuk dirubah namun status tersebut tidak ada perubahan (tidak ada penolakan).
Kami masih menelusuri miss ada di bagian mana. Sistem kan juga dimungkinkan bisa error,” katanya.
Aris berharap operasional dapur SPPG Jogotirto bisa mulai secepat mungkin. Yayasan dan SPPI mengupayakan agar tidak ada penerima manfaat yang mengalami dampak dari berhentinya dapur.
Dia menyampaikan tidak ada kaitan antara kasus keracunan pangan yang sebelumnya terjadi di SMPN 3 Berbah dengan ketiadaan anggaran ini.
Kepala Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) DIY, Gagat Widyatmoko, mengatakan ada proses penataan administrasi di BGN Pusat dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pencairan Anggaran.
SPPG DIY masih berkomunikasi intens dengan BGN Pusat agar SPPG Jogotirto bisa segera beroperasi. Gagat tidak mengharapkan ada SPPG yang berhenti beroperasi untuk melayani penerima manfaat.
“Sementara SPPG silakan mengkomunikasikan dengan baik kepada Kelompok Penerima Manfaat yang dilayani oleh SPPG tersebut,” kata Gagat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
SIM Indonesia kini diakui di 8 negara ASEAN mulai 2025. Simak daftar negara dan aturan penting sebelum berkendara di luar negeri.
Fitur split-screen Android ternyata bisa meningkatkan produktivitas. Simak 11 cara memanfaatkan layar belah agar multitasking lebih praktis.
Indonesia mengirim delapan wakil ke Singapore Open 2026 untuk mengakhiri puasa gelar yang berlangsung sejak 2023.
Dinkes Gunungkidul menemukan 205 kasus baru TBC melalui program ACF TB yang melibatkan 30 puskesmas sejak April 2026.
Liverpool resmi mengamankan wonderkid Kolombia Samuel Martinez yang dijuluki The Next Kaka setelah mengalahkan Madrid dan Chelsea.