Sensus Ekonomi 2026 Petakan Potensi Ekonomi dan Peluang Investasi DIY
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Bantul, Ahmad Shidqi
Harianjogja.com, JOGJA — Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jogja mengklaim sebagian besar bangunan pesantren di wilayahnya telah tahan terhadap gempa bumi. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana gempa yang mungkin terjadi di Kota Jogja.
Kepala Kantor Kemenag Kota Jogja, Ahmad Shidqi, mengatakan hampir seluruh bangunan pesantren kini dibangun dengan memperhatikan kekuatan struktur konstruksi sesuai kondisi geografis wilayah yang rawan gempa.
“Rata-rata bangunan pesantren di Jogja sudah memperhatikan kekuatan struktur sesuai kondisi wilayah yang rawan gempa,” ujarnya, Jumat (17/10/2025).
Menurut Shidqi, sejumlah pesantren lama yang masih berdiri hingga kini juga dinilai memiliki konstruksi yang kokoh. Ia menilai hal itu terbukti dari ketahanannya terhadap gempa besar yang pernah mengguncang Yogyakarta pada 2006 silam.
“Kalaupun bangunan itu berdiri sebelum gempa 2006 dan masih kokoh sampai sekarang, berarti konstruksinya sudah teruji,” katanya.
Selain memastikan kekuatan bangunan, Kemenag Kota Jogja juga tengah melakukan pengawasan dan inventarisasi terhadap sarana dan prasarana pesantren, termasuk kondisi struktur bangunannya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh pesantren aman dan layak huni bagi para santri.
“Kami sedang melakukan pemantauan dan pendataan terhadap sarana prasarana pesantren. Hasilnya nanti akan kami laporkan, sekaligus menjajaki kerja sama dengan instansi teknis untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bangunan,” jelas Shidqi.
Ia menambahkan, dari 36 pesantren yang terdaftar di Kota Jogja, seluruhnya telah memiliki izin pendirian atau sedang dalam proses perizinan.
“Seluruh pesantren di Kota Jogja sudah berizin atau dalam proses perizinan. Kalaupun ada yang belum, saat ini sedang kami dampingi agar segera memenuhi persyaratan,” ujarnya.
Shidqi menyebut jumlah santri di setiap pesantren bervariasi, mulai dari puluhan hingga ratusan orang. Tidak semua pesantren memiliki bangunan bertingkat, karena menyesuaikan kebutuhan dan kapasitas santri.
“Data rinci mengenai kategori bangunan dan tingkat kelayakannya masih dalam proses inventarisasi,” tambahnya.
Ia berharap langkah ini dapat memastikan seluruh pesantren di Kota Jogja tidak hanya memiliki legalitas yang sah, tetapi juga aman dan nyaman bagi santri dalam melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.
Taiwan membidik wisatawan Indonesia dengan wisata ramah Muslim, kuliner, budaya, hingga destinasi lokal untuk libur akhir tahun dan Tahun Baru.
Menteri PU Dody Hanggodo memastikan jalan, jembatan, akses masyarakat, dan kebutuhan dasar pascagempa NTT segera ditangani.
Bareskrim mengamankan 197 orang dalam penggerebekan dugaan kasino di Batam. Polisi turut menyita uang sekitar Rp7,79 miliar.
Pemkab Temanggung akan mengisi enam jabatan kepala OPD yang kosong melalui uji manajemen talenta ASN mulai 2026.
Korban tewas kapal terbalik di Danau Kariba, Zimbabwe, bertambah menjadi 72 orang. Kapal membawa sekitar 153 penumpang.