Edukasi HIV di Keparakan Dorong Deteksi Dini dan Hapus Stigma
Kelurahan Keparakan menggelar penyuluhan HIV untuk mendorong deteksi dini, pencegahan, pengobatan ARV, serta menghapus stigma terhadap ODHIV.
DPRD Kota Jogja./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA–Pemkot melalui Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Kota Jogja berencana memperluas lahan parkir di Gedung DPRD Kota Jogja.
Rencana tersebut menjadi salah satu prioritas pengadaan tanah pada APBD tahun 2026, menyusul meningkatnya kebutuhan ruang parkir seiring dengan padatnya kegiatan di DPRD Kota Jogja.
Kepala Dispertaru Kota Jogja, Wahyu Handoyo, menjelaskan lahan parkir Gedung DPRD Kota Jogja saat ini sudah tidak mampu menampung kendaraan, terutama saat berlangsung rapat atau kegiatan dengan banyak tamu.
“Ketika ada rapat besar, parkir sering meluber ke area sekitar. Di belakang gedung sebenarnya ada potensi tanah yang cukup luas, dan itu akan kami upayakan untuk perluasan parkir,” katanya Jumat (17/10/2025).
Wahyu menyebut luas lahan yang diusulkan untuk perluasan parkir diperkirakan mencapai sekitar 3.000 meter persegi. Namun, proses pengadaan tanah ini kemungkinan akan dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran dan tingginya harga tanah di kawasan tersebut.
“Karena harganya cukup tinggi dan luasannya besar, pembelian tanah tidak bisa sekaligus. Kami rencanakan dilakukan bertahap agar tidak membebani anggaran,” katanya.
Dia menambahkan, rencana perluasan parkir ini merupakan hasil pembahasan bersama antara Dispertaru Kota Jogja dan DPRD Kota Jogja. Dia menilai ada kebutuhan lahan untuk menunjang kegiatan di DPRD Kota Jogja.
“Usulan ini muncul dari kebutuhan bersama, baik hasil pembahasan dengan mitra komisi maupun pengalaman langsung saat kegiatan DPRD berlangsung,” katanya.
Pemerintah Kota Jogja berharap, dengan penambahan lahan parkir, kegiatan di Gedung DPRD dapat berjalan lebih tertib dan nyaman tanpa mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar kawasan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelurahan Keparakan menggelar penyuluhan HIV untuk mendorong deteksi dini, pencegahan, pengobatan ARV, serta menghapus stigma terhadap ODHIV.
Pemerintah menargetkan 40 ribu Kopdes Merah Putih mulai beroperasi Oktober 2026 untuk memperkuat ekonomi desa dan layanan masyarakat.
MTA Pakem dan RSA UGM gelar donor darah di Sleman. Diikuti 150 peserta, bantu penuhi kebutuhan stok darah.
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 5 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru.
Pemerintah targetkan 40.000 Kopdes Merah Putih beroperasi Oktober 2026 untuk dorong ekonomi desa dan distribusi bantuan.
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 5 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru.