Embarkasi Haji Kulonprogo Belum Dongkrak Ekonomi UMKM
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
BPBD Distribusi air bersih kepada warga terdampak kekeringan. - Antara/HO-Dokumen Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulonprogo mencatat adanya penurunan permintaan dropping air bersih pada musim kemarau tahun ini. Penyebabnya adalah kondisi musim kemarau basah yang masih disertai hujan.
Kendati demikian, dua padukuhan masih menjadi fokus penanganan kekeringan karena membutuhkan pasokan air bersih.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo, Budi Prastawa, memastikan bahwa meski hujan sudah mulai turun, pihaknya tetap menyiapkan pendistribusian air bersih. Masyarakat yang membutuhkan dropping air bersih dapat menghubungi BPBD Kulonprogo.
"Dua titik itu Padukuhan Sumbersari, Kalurahan Banjarasri, Kapanewon Kalibawang, dan Padukuhan Junut, Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh," katanya kepada wartawan, Kamis (23/10/2025).
Budi mengaku kedua padukuhan tersebut masih dipantau. Menurutnya, kekeringan masih terjadi di dua padukuhan tersebut meski sudah turun hujan karena air yang tersimpan di tanah belum memadai. Otomatis, air sumur warga belum dapat teraliri dengan lancar.
"Koordinasi dengan pemangku wilayah setempat ketika membutuhkan air langsung dapat diterjunkan. Dua titik ini yang rutin meminta dropping air terakhir kami salurkan Minggu (19/10/2025) lalu," ungkapnya.
"Selama kekeringan kali ini sudah 16 tangki air yang disalurkan, dan itu milik BPBD saja," lanjut Budi.
Dia menyampaikan, 16 tangki itu disalurkan sejak September 2025 lalu, baik ke sekolah hingga tempat ibadah. Budi mengaku jumlah tersebut paling sedikit dibandingkan dengan musim kemarau sebelumnya. Menurutnya, pada tahun lalu kekeringan berdampak pada sekitar seribu jiwa.
"Kalau sekarang yang terdampak kekeringan tidak sampai 500 jiwa," tuturnya.
Dia menuturkan, sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kemarau basah ini menyebabkan turunnya permintaan dropping air dibandingkan tahun lalu. Namun, Budi mengatakan BPBD Kulonprogo tetap menyiapkan tangki air untuk mengantisipasi permintaan dropping dari warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Jumlah investor saham di Jogja tembus 322 ribu per April 2026. Tumbuh 30% setahun, didorong edukasi dan minat generasi muda.
Manchester City akan bangun patung Pep Guardiola di Stadion Etihad sebagai penghormatan atas 20 trofi dalam satu dekade.
Relawan WNI ungkap kekerasan saat kapal kemanusiaan Gaza dicegat Israel, alami pemukulan hingga penahanan.
Xiaomi beri servis gratis untuk perangkat rusak akibat banjir di China, berlaku hingga 20 Juni 2026.
Menlu RI kecam Israel usai cegat kapal kemanusiaan, 9 WNI berhasil dipulangkan ke Indonesia.