Carik Bohol Resmi Dipecat usai Divonis Korupsi Dana Kalurahan
Carik Bohol Rongkop, Kelik Istanto, resmi dipecat usai divonis bersalah dalam kasus korupsi dana kalurahan 2022-2024.
Pekerja mengangkut pupuk urea produksi PT Pupuk Indonesia - ist/Antara/PT Pupuk Indonesia
Harianjoja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Pusat menurunkan harga jual pupuk bersubsidi di pasaran. Kebijakan ini disambut baik petani Gunungkidul, tetapi upaya pengawasan harus lebih diperketat agar alokasi dapat tepat sasaran.
Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts/SR.310/M/10/2025. Kepala Dinas Pertanian Gunungkidul, Rismiyadi, mengatakan sudah menerima surat keputusan tentang penurunan harga jual pupuk bersubsidi kepada petani. Kebijakan ini merupakan kabar baik bagi para petani agar segera menebus kuota pupuk yang dimiliki.
"Dengan turunnya harga jual, maka akses ke petani jadi lebih terjangkau lagi," kata Rismiyadi kepada wartawan, Kamis (23/10/2025).
Adanya penurunan ini membuat harga jual pupuk urea subsidi turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram. Hal sama juga berlaku untuk jenis NPK atau Phonska yang turun dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram, dan pupuk organik dari Rp800 menjadi Rp640 per kilogram.
Diharapkan dengan kebijakan harga pupuk bersubsidi turun, maka dapat mengoptimalkan penyerapan di kalangan petani. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya meningkatkan pengawasan agar penyaluran dapat terus tepat sasaran dan tidak ada penyelewengan.
Salah satu langkah yang dilakukan dengan menginstruksikan kepada petugas lapangan untuk mengawasi proses distribusi. Selain untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, juga bertujuan agar tidak ada kelangkaan di pasaran.
"Kami berkomitmen untuk pengawasan. Kami juga mengingatkan kepada petani agar tidak menimbun atau memperjualbelikan pupuk yang menjadi jatahnya karena kuota diberikan sebagai upaya mendukung dalam pemeliharaan tanaman yang ditanam," katanya.
Ketua Kelompok Tani Timbul Karya di Padukuhan Polaman, Pampang, Paliyan, Adi Sumartono, mengatakan sudah mendapatkan sosialisasi berkaitan dengan turunnya harga pupuk bersubsidi di pasaran. Ia menyambut baik kebijakan tersebut karena bisa sangat membantu masyarakat, terutama para petani untuk mendapatkan pupuk dalam bercocok tanam.
"Harganya turun. Namun, harapannya tidak ada kelangkaan di pasaran. Kami ingin pupuk subsidi mudah didapatkan dengan harga yang terjangkau," katanya.
Dia berharap kebijakan Presiden Prabowo terkait subsidi pupuk dapat terus dijaga agar harga tetap stabil. Hal ini juga bertujuan agar petani tidak terbebani dalam menebus pupuk.
"Sebelumnya turun, harga pupuk urea lebih dari Rp100.000 per sak, tapi sekarang hanya di kisaran Rp90.000," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Carik Bohol Rongkop, Kelik Istanto, resmi dipecat usai divonis bersalah dalam kasus korupsi dana kalurahan 2022-2024.
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.
Kesbangpol DIY menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Pendidikan ini ditujukan untuk mendorong kaum Haw
Prabowo ungkap Rp49 triliun uang tak terurus di bank akan masuk negara. Dana diduga terkait koruptor dan siap dimanfaatkan untuk rakyat.
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.