Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo dan Komandan Kodim 0734/Kota Jogja, Kolonel Inf Arif Setiyono, menandatangani berita acara penutupan TMMD Kotagede, di halaman Balaikota Jogja, Kamis (6/11/2025)./ist humas Pemkot JOgja
Harianjogja.com, JOGJA—TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2025 yang berlokasi di Kemantren Kotagede ditutup pada Kamis (6/11/2025), di halaman Balaikota Jogja. Seluruh kegiatan pembangunan fisik dan non fisik dinyatakan selesai.
Pembangunan fisik TMMD kali ini meliputi Pengecoran Jalan Inspeksi sepanjang 45 meter, lebar 3 meter, dan tebal 20 cm, Pembuatan Talud Sungai sepanjang 22 meter dengan tinggi 3,5 meter, Rehabilitasi Balai RW sebanyak 1 unit, serta Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 10 unit.
Adapun kegiatan non fisik meliputi Penyuluhan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, Penyuluhan Penyakit Masyarakat serta Keamanan dan Ketertiban, serta Penyuluhan Kesehatan Masyarakat dan Stunting.
Total anggaran yang digunakan sebesar Rp724,9 Juta yang terdiri dari APBD DIY Rp75 juta, APBD Kota Jogja Rp599,9 juta, BAZNAS Kota Jogja Rp50 juta. Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan pelaksanaan TMMD yang dinilai sangat efisien dan bermanfaat.
“TMMD ini seperti beli satu dapat tiga. Misalnya kita bangun rumah tidak layak huni, tapi ternyata juga ada perbaikan jalan, pembuatan pagar, bahkan penyuluhan masyarakat. Semua dilakukan dalam satu paket kegiatan,” katanya.
Ia berharap, TMMD harus terus dilanjutkan setiap tahun karena manfaatnya dirasakan langsung oleh warga. Terlebih, kegiatan kali ini dilaksanakan di Kemantren Kotagede, salah satu kawasan heritage dan destinasi wisata unggulan di wilayah selatan Kota Jogja.
“Kotagede harus tampil bagus dan bersih karena menjadi wajah kota dan destinasi wisata. TMMD turut membantu mempercantik wilayah ini,” ujarnya.
Komandan Kodim 0734/Kota Jogjaa, Kolonel Inf Arif Setiyono, menuturkan TNI akan terus siap bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Jogja dalam mendukung pembangunan daerah.
Ia juga berharap agar kegiatan TMMD ke depan dapat terus didukung dari sisi penganggaran oleh Pemerintah Kota Jogja maupun DPRD. “Kami berharap hasil TMMD ini membawa berkah, khususnya bagi penerima manfaat RTLH yang kini bisa menempati rumah layak huni dan sehat, serta masyarakat yang semakin teredukasi melalui kegiatan nonfisik,” ujarnya.
Wakil Ketua DPRD Kota Jogja, Triyono Hari Kuncoro, turut memberikan apresiasi atas hasil TMMD kali ini. “Saya kira apa yang disampaikan Pak Wali benar, bahwa TMMD ini harus diteruskan. Hasilnya nyata dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Kalau keuangan daerah stabil, kami akan dorong agar anggarannya bisa ditingkatkan lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.
Pajak nol persen impor suku cadang pesawat memasuki tahap harmonisasi. Kemenhub berharap kebijakan segera berlaku untuk menekan biaya maskapai.
Pasutri asal Candimulyo meraih dua penghargaan pada Bupati Award 2026 Kabupaten Magelang berkat inovasi gula semut dan pertanian modern.
PT Importa Jaya Abadi (Importa) meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian penjualan 1 juta unit lemari pakaian besi
Kasus Ebola di Kongo meningkat. Dosen UMY mengingatkan Indonesia memperkuat kewaspadaan, deteksi dini, dan sistem kesehatan menghadapi ancaman penyakit menular.