PSEL Jogja Masuk Tahap Baru, Pematangan Lahan Dimulai Agustus
Pemkot Jogja menyiapkan pematangan lahan PSEL pada Agustus 2026. Anggaran Rp17 miliar ditanggung bersama Jogja, Sleman, dan Bantul.
Ilustrasi - Pengolahan sampah di salah satu Bank Sampah Kelurahan Kadipaten, Kemantren Kraton, Kota Jogja. Ist/ Dok. Kelurahan Kadipaten
Harianjogja.com, JOGJA—Pengelolaan sampah di DIY dinilai tidak bisa hanya bergantung pada Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan. Pengamat Politik Lingkungan Fisipol UGM, Nur Azizah, menilai penyelesaian persoalan sampah harus dilakukan bertahap mulai dari rumah tangga hingga ke tingkat kebijakan daerah.
Menurutnya, dalam jangka pendek hal paling mendesak adalah edukasi masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah. “Mulailah dari wilayah padat dengan metode yang tidak membutuhkan ruang besar seperti ember tumpuk atau takakura,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).
Ia menjelaskan, karakteristik wilayah di DIY beragam. Di Kota Jogja yang padat, banyak rumah tidak memiliki lahan cukup, sedangkan di Sleman dan Bantul yang lebih luas, alternatif pengelolaan lebih banyak. Program ini bisa dilakukan bertahap dengan melibatkan kader lokal seperti kader PKK agar partisipasi warga meningkat.
Untuk jangka menengah, Nur Azizah menekankan perlunya penguatan sistem pengangkutan sampah terpilah dan terjadwal, mengingat setiap metode pengolahan akan tetap menghasilkan residu. “Sampah elektronik misalnya, tidak bisa diolah rumah tangga. Di sinilah peran pemerintah provinsi lewat tempat pengolahan akhir,” terangnya.
Ia menegaskan, pengelolaan sampah tidak bisa selesai hanya dalam satu-dua tahun. Sebagai contoh, Cina baru berhasil menekan volume sampah setelah 10 tahun reformasi pengolahan, termasuk penggunaan insinerator berskala besar.
Lebih jauh, Nur Azizah menyebut kebijakan perlu dibuat sejak sebelum sampah muncul. Perusahaan diharapkan merancang produk dengan desain minim sampah, sesuai amanat Permendagri 2019. Namun, kebijakan ini baru diikuti oleh perusahaan multinasional yang meniru standar dari negara asalnya.
“Selain itu, kampanye tanggung jawab warga terhadap sampah, seperti membawa tas belanja sendiri atau tumbler, harus digencarkan. Pengelolaan sampah harus menyeluruh, dari hulu ke hilir, bukan hanya di ujungnya,” kata Nur Azizah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menyiapkan pematangan lahan PSEL pada Agustus 2026. Anggaran Rp17 miliar ditanggung bersama Jogja, Sleman, dan Bantul.
Thom Haye tampil gemilang dengan tiga assist saat Timnas Indonesia mengalahkan Kamboja 5-1 pada laga perdana Piala AFF 2026. Ia kini memimpin daftar top assist
China perketat ekspor teknologi AI dan semikonduktor, ikuti langkah AS. Kebijakan ini berpotensi mempengaruhi rantai pasok dan harga gadget di Indonesia
JLR mengonfirmasi Land Rover Discovery Sport akan berhenti diproduksi pada Desember 2026 setelah 11 tahun beredar. Regulasi baru Uni Eropa dan penurunan penjual
Elon Musk mengaku terlalu jauh terjun ke dunia politik saat memimpin DOGE. Pengakuan itu disampaikan dalam wawancara terbaru bersama The Economist.
WhatsApp Web tidak bisa dibuka, gagal login, atau pesan tidak terkirim? Simak tujuh cara mudah mengatasi WhatsApp Web error agar kembali normal.