Konser HUT Bantul Jadi Panggung 14 Musisi Lokal, UMKM Ikut Cuan
Konser Bantul Bumi Satriya menghadirkan 14 musisi lokal. Ribuan warga ikut menikmati hiburan gratis, sementara UMKM mendapat peluang tambahan pendapatan.
Pengunjung saat mengabadikan momen di kawasan Pantai Tanggul Tirto. Kiki Luqman
Harianjogja.com, BANTUL— Pantai Tanggul Tirto di pesisir selatan Kabupaten Bantul mulai menarik perhatian wisatawan lokal. Pasalnya, suasana pantai di sana teduh dengan pemandangan matahari terbenam yang indah. Kawasan ini menjadi tempat favorit bagi warga untuk bersantai pada sore hari.
Pengelola wisata Pantai Tanggul Tirto, Widyanto, mengatakan potensi utama pantai tersebut terletak pada panorama sunset dan area duduk yang luas.
“Biasanya sore hari anak-anak muda datang ke sini untuk menikmati kopi dan gorengan sambil melihat sunset. Tempatnya teduh dan nyaman,” ujarnya, Kamis (13/11).
Menurutnya, pengunjung Pantai Tanggul Tirto terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
“Kalau akhir pekan bisa mencapai 600 sampai 700 pengunjung, terutama saat cuaca cerah,” ungkapnya. Sementara pada hari biasa, jumlah pengunjung masih relatif sedikit.
Saat ini, pengelola belum menerapkan tiket masuk. Wisatawan hanya dikenai tarif parkir sebesar Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil.
“TPR tetap dikelola pemerintah, jadi kami hanya mengatur area parkir dan kebersihan,” jelas Widyanto.
Ia menuturkan, kawasan pantai tersebut awalnya merupakan lahan semak belukar sebelum mulai dikelola warga sejak 2017. Namun, sempat terhenti selama pandemi Covid-19 dan kembali aktif dalam tiga tahun terakhir.
“Kami membangun fasilitas secara swadaya bersama warga, mulai dari tempat duduk, warung, hingga area parkir,” katanya.
Saat ini terdapat sekitar 17 warung di sekitar pantai yang melayani pengunjung. Area yang paling diminati berada di bawah pepohonan karena suasananya lebih teduh dan langsung menghadap laut.
“Spot favorit tetap di pinggir pantai, terutama menjelang sore hari,” ujarnya.
Widyanto menambahkan panjang garis Pantai Tanggul Tirto mencapai sekitar satu kilometer dan masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
“Kami berencana menambah pendopo dan kolam renang di area barat pantai, tapi masih bertahap karena terkendala biaya,” katanya.
Ia menjelaskan, nama “Tanggul Tirto” dipilih berdasarkan hasil musyawarah warga.
“Tanggul berarti penghalang, sedangkan tirto berarti air. Dulu di sini memang ada tanggul alami yang menahan air laut, jadi warga sepakat memakai nama itu,” jelasnya.
Meskipun pengunjung semakin ramai, kawasan pantai ini menghadapi ancaman abrasi.
“Sekarang jarak kursi pengunjung ke bibir pantai tinggal sekitar 50 meter, padahal dulu masih sekitar 100 meter. Kami tetap waspada dan berusaha menjaga area pantai,” kata Widyanto.
Ia berharap ke depan Pantai Tanggul Tirto dapat menjadi destinasi wisata yang lebih dikenal masyarakat luas.
“Potensinya besar, tinggal bagaimana pengelolaannya dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Konser Bantul Bumi Satriya menghadirkan 14 musisi lokal. Ribuan warga ikut menikmati hiburan gratis, sementara UMKM mendapat peluang tambahan pendapatan.
Kawah Sikidang dipadati wisatawan saat libur HUT RI. Kunjungan ke Dieng meningkat hingga 10.000 orang per hari saat akhir pekan.
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Harga emas Pegadaian Sabtu 15 Agustus 2026 naik. Antam Rp2,782 juta, Galeri24 Rp2,677 juta, dan UBS Rp2,736 juta per gram.
Peringatan Memetri Kaistimewan 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY dimeriahkan dengan aksi donor darah di Pendopo Parasamya, Bantul Sabtu (15/8/2026).
Memasuki hari keempat, tim SAR mencari empat korban KMP Putri Yasmin dengan memperluas penyisiran Selat Lombok hingga perairan Nusa Penida.