Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Foto ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis berupa mi ayam lengkap dengan sayur dan kerupuk pangsit serta buah. - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY memperkuat koordinasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mendorong Koperasi Desa Merah Putih berperan dalam penyediaan bahan pangan serta memastikan standar keamanan produksi di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menjelaskan di samping monitoring terkait keamanan pangan, kebersihan, dan sertifikasi setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menghindari Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan, Pemda DIY ke depan juga mendorong penyerapan komoditas lokal untuk MBG.
“Jadi, bagaimana kolaborasi antara koperasi Desa Merah Putih nanti dengan pemenuhan bahan baku untuk pangan itu sendiri. Nah, minggu ini nanti hari Jumat, sudah kita jadwalkan akan ketemu lagi [SPPG] untuk mendiskusikan,” ujarnya, Senin (17/11/2025).
Ia mengakui saat ini belum ada Koperasi Desa Merah Putih yang secara resmi bekerja sama dengan SPPG. “Tapi sudah ada inisiasi, supaya kita berbicara program itu tidak berjalan sendiri-sendiri, sedangkan fungsi dari Koperasi Desa Merah Putih ini kan juga salah satunya adalah menyediakan bahan pangan pokok, bahan pangan,” katanya.
Untuk mendukung hal ini, pihaknya juga telah membentuk kelompok kerja (Pokja), mulai dari Pokja Perencanaan, Pokja Pelaksanaan, dan Pokja Pengawasan. Dalam Pokja Perencanaan, akan dikumpulkan data-data, misalnya di DIY direncanakan ada 200-an SPPG. Dari jumlah tersebut akan dilihat membutuhkan bahan pangan berapa dan dari mana.
“Contohnya beras. Itu kan pasti ada data koordinator wilayah SPPG ini. Beras diambil dari mana, misalnya Bantul atau dari Sleman, itu diambil dari mana? Volumenya berapa? Kapasitasnya berapa? Setelah itu telur dari mana?” kata dia.
DIY menurutnya juga memiliki produksi susu kambing yang cukup besar. Walaupun saat ini masih terbatas produknya berupa susu bubuk. Maka di sini perlu adanya inovasi dari produsen agar susu kambing output-nya susu siap konsumsi.
“Tapi memang ada keterbatasan baru dari sisi produksinya bentuknya bubuk. Padahal kalau kita mau memberikan kepada anak didik itu kan sudah siap minum. Nah, ini ke depan mau ada inovasi yang seperti apa supaya produksi lokal ini bisa berkontribusi untuk penyediaan bahan pangan MBG,” ujarnya.
Lalu pada Pokja Pelaksanaan, akan dilihat pelaksanaannya sudah sesuai atau belum, kendalanya apa. “Lalu Pokja Pengawasan, kita juga melibatkan Inspektorat, kemudian tim BPKP [Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan], supaya MBG ini tidak cuma bicara masalah oh siapa kelompok penerima manfaat, tapi juga bagaimana multiplier effect dari hulu sampai ke hilir,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
John Herdman menegaskan tidak ada perbedaan pemain lokal, diaspora, dan naturalisasi di Timnas Indonesia usai menang 2-0 atas Singapura.
Daratan Gunung Anak Krakatau kini mencapai 341,5 hektare, melampaui luas sebelum kolaps pada Desember 2018.
Adi Prayitno menilai PPP punya modal politik dari elektabilitas 3,4 persen untuk memperkuat mesin partai menuju Pemilu 2029.
Cristian Romero ditunjuk menjadi kapten baru Argentina setelah Lionel Messi pensiun dari sepak bola internasional.
Lowongan Mekanik Trans Jogja dibuka hingga 30 September 2026. Lulusan SMK dan fresh graduate bisa cek syarat serta cara daftarnya.