Ribuan Siswa di Bantul Jalani MPLS Ramah Tanpa Perundungan
Ratusan sekolah di Bantul menggelar MPLS 2026 dengan konsep ramah, bebas perpeloncoan, perundungan, dan kekerasan sesuai Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026.
Pedagang kuliner tengah menunggu pembeli di kompleks alun-alum Paseban Bantul, Senin (17/11/2025). DKUKMPP setempat mencatat ada sebanyak 96.420 pelaku UMKM di wilayah ini dengan rata-rata omzet Rp446.107 per bulan. - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) mencatat jumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Bantul kini menembus 96.420 unit, dengan dominasi sektor makanan dan kerajinan yang terus berkembang sebagai penggerak ekonomi lokal.
Kepala Bidang Usaha Mikro DKUKMPP Bantul, Dendi Sulistyo Wibowo menyampaikan, jumlah tersebut merupakan UMKM yang sudah terdaftar secara resmi dalam pendataan pemerintah daerah. “Dari total UMKM yang tercatat, sektor terbesar masih didominasi industri makanan serta kerajinan,” ujarnya, Senin (17/11/2025).
Menurutnya, rata-rata omzet per bulan dari pelaku UMKM di Bantul cukup bervariasi. Namun rata-rata berada pada kisaran Rp446.107. Angka ini, kata dia, menunjukkan bahwa pendapatan pelaku usaha mikro masih beragam dan sangat dipengaruhi oleh kualitas produk, kekuatan branding, serta kemampuan adaptasi terhadap pasar digital.
"Ada berbagai faktor yang ikut mempengaruhi tingkat omzet UMKM. Selain aspek kualitas produk, beberapa strategi dari pelaku usaha juga sangat berpengaruh dalam memperkuat daya saing," katanya.
Misalnya persepsi merek, pemasaran digital, penawaran kepada konsumen, atau peningkatan layanan kepada pembeli. Hal itu, kata dia, bisa menjadi kunci bagi UMKM Bantul untuk mampu beradaptasi di tengah kompetisi pasar yang semakin ketat dan perubahan pola konsumsi masyarakat yang makin kompleks.
"Untuk beberapa hal seperti penguatan merek dan digitalisasi layanan, kami juga rutin menggelar pelatihan agar pelaku UMKM bisa naik kelas dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi," ujarnya.
Kepala DKUKMPP Bantul, Prapta Nugraha menyebut, pihaknya terus mendorong pelaku UMKM untuk mengadopsi transformasi digital dan meningkatkan kapasitas usaha. Berbagai program pendampingan, pelatihan, hingga fasilitasi pemasaran terus dilakukan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia UMKM.
"Dengan jumlah UMKM yang hampir mencapai 100.000, ini tentu potensi yang sangat besar, dan jika aspek keberlanjutan dan konsistensi dari UMKM ini terjaga, geliat ekonomi terutama pada sektor pengolahan makanan dan kerajinan bisa menjadi salah satu tumpuan pertumbuhan daerah," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ratusan sekolah di Bantul menggelar MPLS 2026 dengan konsep ramah, bebas perpeloncoan, perundungan, dan kekerasan sesuai Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026.
Meski terdampak efisiensi anggaran, DisperinkopUKM Kulonprogo tetap mendampingi IKM gula kelapa mengurus sertifikasi halal melalui program jemput.
Sabar/Reza lolos ke 16 besar Japan Open 2026 setelah drama 3 gim. Kemenangan dramatis ini modal berharga hadapi babak selanjutnya
Harga pupuk dan pestisida di Sleman naik akibat bahan baku impor. Pedagang menekan margin keuntungan demi menjaga harga tetap terjangkau bagi petani.
Stefano Lilipaly resmi turun kasta ke Semen Padang FC untuk Championship musim 2026/2027. Simak ambisi besar Kabau Sirah untuk langsung promosi ke Super League.
Ekspor Kulonprogo menunjukkan tren positif pada semester I 2026. Ekspor wig naik 57 persen, sementara gula semut tetap menjadi komoditas unggulan yang diburu.