Pemkab Gunungkidul Yakin Perda Tata Ruang Wilayah Terbit Sebelum 7 Oktober
Pemkab Gunungkidul yakin Perda RTRW segera terbit sebelum 7 Oktober untuk mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.
Proses pembersihan material longsor di ruas jalan Gunungkidul-Klaten di Kalurahan Hargomulyo, Gedangsari. Sabtu (22/11/2025) Istimewa BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Hujan deras yang mengguyur wilayah Gedangsari pada Jumat (21/11/2025) malam memicu longsor di tebing jalur Gedangsari–Wedi, Klaten, tepatnya di Padukuhan Jetis, Hargomulyo. Material longsoran sempat menutup badan jalan sehingga akses kendaraan terputus.
Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto, menjelaskan longsor terjadi di ruas jalan provinsi yang menghubungkan Gunungkidul dengan Klaten. Beruntung, tidak ada korban jiwa karena saat kejadian tidak ada kendaraan yang melintas.
“Jumat malam terjadi hujan deras sehingga mengakibatkan tebing setinggi 15 meter longsor dan menutupi jalan,” kata Eko saat dihubungi, Sabtu siang.
Ia menyebut akses menuju Klaten sempat terputus, terutama bagi pengendara roda empat. Meski demikian, sepeda motor masih bisa melintas melalui bahu jalan yang tidak tertimbun.
“Kalau sepeda motor masih bisa melintas karena masih ada bahu jalan yang tak tertutup longsor,” ungkapnya.
Eko memastikan kondisi kini sudah kembali normal setelah warga bersama personel TNI dan kepolisian melakukan kerja bakti membersihkan material longsor.
“Sudah bisa dilalui dan akses kembali normal,” ujarnya.
Ia juga mengimbau warga Gedangsari meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman longsor, mengingat wilayah ini didominasi perbukitan dan rawan bencana saat musim penghujan.
“Terus hati-hati dan waspada saat terjadi hujan deras dalam waktu yang lama,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, mengatakan pihaknya telah menerima laporan longsor di jalur penghubung Gunungkidul–Klaten tersebut. Penanganan cepat dilakukan untuk membersihkan material sehingga akses kembali terbuka.
“Sudah tertangani dan jalan sudah bisa dilalui. Baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat,” jelasnya.
Edy menambahkan bahwa BPBD Gunungkidul telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi sejak awal November hingga 31 Januari 2026 sebagai langkah mitigasi menghadapi cuaca ekstrem.
“Berlangsung tiga bulan dan penetapan ini menjadi bagian dari mitigasi kebencanaan di Kabupaten Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul yakin Perda RTRW segera terbit sebelum 7 Oktober untuk mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.
Waspadai penipuan tiket konser online. Kenali modus tiket palsu, situs tiruan, pembayaran langsung, hingga cara melaporkan jika sudah tertipu.
Ceko vs Kroasia membuka Grup A3 Nations League 2026/2027. Simak jadwal, kondisi tim, rekor pertemuan, dan prediksi susunan pemain.
Kenapa tiket pesawat domestik bisa lebih mahal dari luar negeri? Ini faktor avtur, pajak, persaingan, kapasitas, dan jarak penerbangan.
Indonesia naik ke peringkat 14 klasemen medali Asian Games 2026 setelah Rahmat Erwin Abdullah meraih emas angkat besi.
Trem listrik Bandara-Canggu ditargetkan mulai dibangun Maret 2027. Simak rute, kapasitas, waktu tempuh, dan jadwal operasinya.