Mentrans Dorong Hunian Vertikal Tipe 45 di Lokasi Transmigrasi
Mentrans dorong hunian vertikal dan standar rumah tipe 45 di kawasan transmigrasi untuk solusi lahan sempit.
Seminar Menghidupkan Warisan Keilmuan Nusantara, Sabtu (22/11/2025). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah karya tulis ulama nusantara Syaikh Nawawi Yahya yang monumental bertajuk Fiqh al-Zakat kini kondisinya kian rapuh. Kolaborasi antara Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berupaya menyelamatkan isi dari kitab fikih kuno setebal 6.000 tersebut melalui proses penelitian melibatkan berbagai pihak.
Fiqh al-Zakat ditulis Syaikh Nawawi sekitar tahun 1980-an yang terdiri atas 10 jilid dengan tebal sekitar 6.000 halaman. Kitab tersebut menjadi salah satu telaah terkait zakat yang paling lengkap. Meski demikian kondisi manuskrip aslinya saat ini main rapuh karena usia.
Beberapa jilid manuskrip kitab tersebut bahkan sudah tidak lengkap karena rusak. Selain itu beberapa lembar di antaranya susah terbaca. Beberapa pihak mengupayakan membaca dengan sistem digital namun mengalami kesulitan.
"Sejalan dengan itu kami bersama dengan Baznas sepakat untuk melakukan penelitian dan tahqiq atau semcam penyuntingan dengan membaca ulang kitab tersebut," kata Plh Rektor Suhadi Cholil di sela kick off penelitian dan seminar Menghidupkan Warisan Keilmuan Nusantara, Sabtu (22/11/2025).
Dalam proses penelitian, kitab tersebut akan disalin, dikaji dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Tim ini melibatkan sebanyak 10 penyalin, 10 penahqiq, 10 peneliti dan 10 penerjemah. Proses ini digelar secara teliti dengan melibatkan banyak peneliti agar semua bisa memahami kandungan mulia kitab ini.
Ia menuturkan ide dan semangat untuk meneliti kitab tersebut berawal ketika Profesor Alwi Shihab berkunjungan ke kampusnya lalu bercerita detail tentang Kiai Nawawi yang mengerjakan kitab tentang zakat dan tatanan sosial modern.
Kitab tersebut hingga saat ini masih relevan untuk Indonesia, karena selama ini hukum-hukum zakat mengacu pada kitab klasik. "Jadi sangat relevan untuk panduan, khususnya Baznas, sehingga kitab ini menjadi sumbangan sangat berarti untuk pelaksanaan zakat di Indonesia," ujarnya.
Ketua Baznas Noor Ahmad mengatakan Syaikh Nawawi telah menulis tentang zakat lebih dari 2000 judul. Pemikiran yang tertuang dalam kitab-kitab tersebut sangat penting untuk menjadi panduan dalam mengelola potensi zakat sebesar Rp327 triliun dan potensi sedekah secara keseluruhan umat Islam sekitar Rp1.257 triliun.
"Kalau semua umat Islam membayar zakat, seluruh umat akan terbantu dan berbagai urusan umat dapat diselesaikan oleh umat sendiri. Sehingga kami sangat bersemangat mendukung penelitian kitab ini dan menyosialisasikan pemikiran Syaikh Nawawi tentang zakat. Semoga ini ada berkahnya utk kita semua," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mentrans dorong hunian vertikal dan standar rumah tipe 45 di kawasan transmigrasi untuk solusi lahan sempit.
Pemda DIY buka fakta proyek mesin susu 2023. Kontrak diputus, pembayaran dihentikan, dan kasus kini diselidiki Kejati DIY.
Gempa Pacitan Magnitudo 5,6 mengguncang Jawa Timur dan terasa hingga DIY serta Jawa Tengah. Simak daftar wilayah yang merasakan getaran berdasarkan data BMKG.
Mesir lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026 usai imbang 1-1 lawan Iran. Gol Iran dianulir VAR di injury time.
PKB Sleman menggelar santunan anak yatim dan doa Asyura pada Muharam sebagai wujud kepedulian sosial serta memperkuat semangat berbagi kepada masyarakat.
Vivo X Fold 6 resmi rilis dengan kamera 200MP, baterai 7000 mAh, dan chip MediaTek. Ini spesifikasi lengkap dan harganya.