Pameran Karya Siswa Warnai Pembagian Rapor di SMP Stella Duce 2 Jogja
Pameran karya siswa SMP Stella Duce 2 Jogja mewarnai pembagian rapor, menjadi ruang apresiasi bakat, kreativitas, dan pendidikan karakter.
Pengendara melintas di Jembatan Kewek pada Minggu (23/11/2025). Pemkot Jogja berencana merehabilitasi jembatan tersebut tahun depan. Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja mencatat kondisi Jembatan Kleringan atau yang akrab disebut Jembatan Kewek telah memasuki kategori rusak berat. DPRD Kota Jogja mendesak Pemkot Jogja ajukan usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk perbaikan jembatan tersebut.
Wakil Ketua DPRD Kota Jogja, R.M. Sinarbiyat Nujanat menilai perbaikan kerusakan Jembatan Kewek perlu ditangani segera. Dia pun mendorong Pemkot Jogja segera mengajukan usulan anggaran DAK untuk perbaikan jembatan tersebut.
“Melihat kondisi jembatan yang sudah sangat mengkhawatirkan, kami berharap pemerintah pusat memberi perhatian khusus agar Kota Jogja mendapatkan alokasi dana untuk perbaikan Jembatan Kewek,” katanya, Selasa (25/11/2025).
Pasalnya Pemkot Jogja tidak mendapatkan dana Transfer Ke Daerah (TKD) untuk infrastruktur. Kepala DPUPKP Kota Jogja, Umi Akhsanti mengaku telah melakukan asesmen kondisi jembatan tersebut awal tahun 2025. Dari asesmen tersebut kondisi jembatan tersebut masuk dalam kondisi NK4 atau jembatan yang mengalami kerusakan serius dan membutuhkan perhatian segera.
“Kondisinya sudah perlu perbaikan berat atau bongkar total. Karena itu kami mengusulkan anggaran ke pusat,” katanya.
Ia memperkirakan kebutuhan anggaran untuk perbaikan mencapai Rp19 miliar, yang akan diusulkan melalui APBN 2026. Kondisi kerusakan di jembatan tersebut bukan hanya berupa retakan, namun korosi pada beton dan besi akibat usia jembatan yang telah mencapai lebih dari 100 tahun.
Selain itu, beban kendaraan yang berlalu lalang di jembatan tersebut yang lebih berat daripada beban kendaraan kala jembatan tersebut dibangun pun semakin memperparah kondisi jembatan tersebut.
Sebagai tahap awal, DPUPKP Kota Jogja telah menyusun Detail Engineering Design (DED) jembatan tersebut pada 2025. Sementara perbaikan jembatan tersebut diproyeksikan mulai tahun 2026.
Menurut Umi, tahap awal perbaikan tersebut akan dilakukan dengan memperbaiki talud yang ada di sekitar jembatan tersebut. Talud di sana akan dikuatkan dengan struktur yang baru. Setelah itu, pihaknya akan melakukan pembangunan kembali jembatan tersebut dengan strukur jembatan yang baru.
Proses pembangunan jembatan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu enam hingga sembilan bulan, dan ditargetkan selesai dalam satu tahun anggaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pameran karya siswa SMP Stella Duce 2 Jogja mewarnai pembagian rapor, menjadi ruang apresiasi bakat, kreativitas, dan pendidikan karakter.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.