Kemarau Picu Lonjakan Kebakaran di Sleman, Kejadian Capai 61 Kasus
Kebakaran di Sleman melonjak saat musim kemarau. Hingga 14 September 2026 tercatat 61 kejadian, mayoritas merupakan kebakaran lahan.
Foto ilustrasi sakit perut/keracunan. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Delapan sekolah di Sleman akan menggelar simulasi kedaruratan keracunan pangan pada Kamis (11/12/2025) sebagai bagian dari pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di 20 sekolah Kapanewon Mlati.
Ketua Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman (FKKRS), Yoga Nugroho Utomo, mengatakan simulasi penanganan kedaruratan gangguan kesehatan massal akan melibatkan tim siaga di masing-masing sekolah. Pemantauan akan dilakukan secara hybrid terpusat di MTs Negeri 6 Sleman.
Yoga menjelaskan masing-masing sekolah sudah mengidentifikasi ancaman kedaruratan baik alam maupun nonalam. Kedaruratan nonalam, salah satunya berupa gangguan kesehatan massal.
“Mengingat ada kejadian kedaruratan gangguan kesehatan massal di Kabupaten Sleman. Jumlah siswa bergejala tinggi. Harapan kami program nasional MBG yang baik ini jangan sampai mengganggu proses belajar siswa,” kata Yoga ditemui di SDN Sendangadi 2, Mlati, Kamis (27/11/2025).
Dengan perencanaan yang ada, ia berharap SPAB mampu melibatkan berbagai pihak dalam upaya menekan dampak keracunan pangan. Kunci penanganan awal keracunan pangan massal adalah ketepatan pengambilan keputusan.
Saat ini, ada sekitar 130 sekolah yang telah berstatus SPAB. Ada juga 12 sekolah yang telah selesai menjalani pelatihan dan pendampingan dalam meraih status tersebut. Sisanya adalah 20 sekolah yang sekarang masih dalam proses pendampingan.
“Ada di Seyegan, sepuluh sekolah. Tahun depan, harapan kami bisa mendampingi kapanewon lain,” katanya.
Lebih jauh, ia menyampaikan sekolah-sekolah di Kapanewon Prambanan, Turi, dan Cangkringan memiliki kerawanan tanah longsor. Ancaman primer erupsi Gunung Merapi ada di sekolah yang berada di wilayah Turi, Cangkringan, dan Pakem.
Jika melihat potensi kerawanan itu, Kapanewon Cangkringan dan Pakem menjadi wilayah dengan kerawanan paling tinggi.
Kepala SDN Sendangadi 2, Nur Taufik, mengatakan ia semakin memahami berbagai hal mengenai kedaruratan setelah mengikuti rangkaian pendampingan pembentukan SPAB. Salah satu contohnya adalah penculikan.
“Pernah ada percobaan penculikan di sekolah kami. Guru dan warga yang sigap, kami bisa menggagalkan penculikan itu,” kata Taufik.
Masih di lingkup kedaruratan nonalam, keracunan pangan menu program MBG juga membuat sekolah harus lebih siaga. Ia tidak menginginkan adanya kasus keracunan pangan menu program MBG di SDN Sendangadi 2.
Apabila memang keracunan pangan terjadi, sekolah bisa meminimalkan dampak dan jumlah korban. Sebagai penanggung jawab, Taufik telah mempersiapkan para guru untuk ikut terlibat. Ia juga telah mempertimbangkan keberlanjutan SPAB apabila ada mutasi guru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran di Sleman melonjak saat musim kemarau. Hingga 14 September 2026 tercatat 61 kejadian, mayoritas merupakan kebakaran lahan.
Apple menghadapi ganti rugi US$5,7 miliar atau sekitar Rp102,6 triliun setelah juri AS menyatakan Taptic Engine melanggar dua paten.
Bau bensin masuk kabin mobil jangan diabaikan. Kenali 10 penyebabnya, dari tutup tangki hingga kebocoran fuel pump.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
V BTS resmi menjadi Global Brand Ambassador Nothing. Ia membintangi kampanye Headphone (1) Pro yang hadir dengan triple-driver dan ANC.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) untuk simpanan rupiah dan valuta asing (valas) di perbankan