Visi Bupati Sleman 2025-2029 Diterjemahkan ke Program OPD
Sekda Sleman Abu Bakar memastikan visi-misi pembangunan 2025-2029 diterjemahkan menjadi program dan indikator kinerja setiap OPD.
Foto ilustrasi sakit perut/keracunan. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Delapan sekolah di Sleman akan menggelar simulasi kedaruratan keracunan pangan pada Kamis (11/12/2025) sebagai bagian dari pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di 20 sekolah Kapanewon Mlati.
Ketua Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman (FKKRS), Yoga Nugroho Utomo, mengatakan simulasi penanganan kedaruratan gangguan kesehatan massal akan melibatkan tim siaga di masing-masing sekolah. Pemantauan akan dilakukan secara hybrid terpusat di MTs Negeri 6 Sleman.
Yoga menjelaskan masing-masing sekolah sudah mengidentifikasi ancaman kedaruratan baik alam maupun nonalam. Kedaruratan nonalam, salah satunya berupa gangguan kesehatan massal.
“Mengingat ada kejadian kedaruratan gangguan kesehatan massal di Kabupaten Sleman. Jumlah siswa bergejala tinggi. Harapan kami program nasional MBG yang baik ini jangan sampai mengganggu proses belajar siswa,” kata Yoga ditemui di SDN Sendangadi 2, Mlati, Kamis (27/11/2025).
Dengan perencanaan yang ada, ia berharap SPAB mampu melibatkan berbagai pihak dalam upaya menekan dampak keracunan pangan. Kunci penanganan awal keracunan pangan massal adalah ketepatan pengambilan keputusan.
Saat ini, ada sekitar 130 sekolah yang telah berstatus SPAB. Ada juga 12 sekolah yang telah selesai menjalani pelatihan dan pendampingan dalam meraih status tersebut. Sisanya adalah 20 sekolah yang sekarang masih dalam proses pendampingan.
“Ada di Seyegan, sepuluh sekolah. Tahun depan, harapan kami bisa mendampingi kapanewon lain,” katanya.
Lebih jauh, ia menyampaikan sekolah-sekolah di Kapanewon Prambanan, Turi, dan Cangkringan memiliki kerawanan tanah longsor. Ancaman primer erupsi Gunung Merapi ada di sekolah yang berada di wilayah Turi, Cangkringan, dan Pakem.
Jika melihat potensi kerawanan itu, Kapanewon Cangkringan dan Pakem menjadi wilayah dengan kerawanan paling tinggi.
Kepala SDN Sendangadi 2, Nur Taufik, mengatakan ia semakin memahami berbagai hal mengenai kedaruratan setelah mengikuti rangkaian pendampingan pembentukan SPAB. Salah satu contohnya adalah penculikan.
“Pernah ada percobaan penculikan di sekolah kami. Guru dan warga yang sigap, kami bisa menggagalkan penculikan itu,” kata Taufik.
Masih di lingkup kedaruratan nonalam, keracunan pangan menu program MBG juga membuat sekolah harus lebih siaga. Ia tidak menginginkan adanya kasus keracunan pangan menu program MBG di SDN Sendangadi 2.
Apabila memang keracunan pangan terjadi, sekolah bisa meminimalkan dampak dan jumlah korban. Sebagai penanggung jawab, Taufik telah mempersiapkan para guru untuk ikut terlibat. Ia juga telah mempertimbangkan keberlanjutan SPAB apabila ada mutasi guru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekda Sleman Abu Bakar memastikan visi-misi pembangunan 2025-2029 diterjemahkan menjadi program dan indikator kinerja setiap OPD.
Pegadaian meraih empat KESGI Award 2026 atas kinerja ESG di sektor inklusi keuangan, meliputi pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.