Anggaran Belanja Infrastruktur Kulonprogo Naik Drastis, Ini Sasarannya
Anggaran infrastruktur Kulonprogo 2026 naik signifikan. Jalan, pasar, sekolah hingga padat karya ikut meningkat.
Suasana salah satu toko beras di Pasar Wates yang mengeluhkan harga terus melonjak, Kamis (15/2/2024).Harian Jogja/Triyo Handoko
Harianjogja.com, KULONPROGO—Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga sejumlah bahan pokok (bapok) di Kulonprogo naik. Pemerintah menyiapkan operasi pasar untuk tekan lonjakan.
Kepala Bidang Urusan Perdagangan Disdag Kulonprogo, Endang Zulywanti, Minggu (30/11/2025) mengatakan, meskipun terjadi kenaikan, kondisi ini masih terbilang normal karena lonjakannya sebagian besar masih sesuai dengan Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas). Komoditas yang harganya masih di bawah HAP meliputi daging ayam Rp38.500 (di bawah HAP Rp40.000), telur ayam ras Rp28.600 (di bawah HAP Rp30.000), dan cabai merah keriting Rp53.800 (di bawah HAP Rp55.000).
Kendati demikian, ada komoditas yang lonjakan harganya telah melampaui HAP, yaitu daging sapi. Tercatat, daging sapi kualitas satu (KW 1) dijual dengan harga Rp147.500 (di atas HAP Rp140.000), dan daging sapi kualitas dua (KW 2) seharga Rp136.600 (di atas HAP Rp130.000).
Endang menjelaskan, faktor utama kenaikan ini jelas karena peningkatan kebutuhan menjelang Nataru. Kenaikan harga bapok tersebut secara umum mencapai Rp1.000 hingga Rp2.000 dari harga sebelumnya.
Meskipun terjadi fluktuasi harga, Endang memastikan secara stok, kebutuhan pokok di Kulonprogo masih aman terkendali. Sebagai tindak lanjut penanganan kenaikan harga, Disdag Kulonprogo akan segera melaksanakan operasi pasar.
Endang mengungkapkan bahwa pada Desember mendatang, akan ada empat titik lokasi operasi pasar, ditambah dengan operasi pasar pantauan khusus di Wates. Operasi pasar pantauan di Wates akan menggunakan mekanisme dropping bahan pokok bersubsidi kepada 22 pedagang yang sudah didata.
Dengan mekanisme ini, pedagang dapat membeli dengan harga yang lebih murah karena adanya subsidi, dan mereka diwajibkan menjualnya maksimal sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Kerja sama operasi pasar ini terjalin antara Disdag Kulonprogo dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemda DIY. Setiap pedagang yang terdata akan memiliki batasan kuota tertentu.
Selain itu, empat kali operasi pasar akan digelar di sejumlah kapanewon yang berbeda-beda sebelum periode Nataru. Operasi pasar pertama akan dilaksanakan di Kapanewon Wates pada 4 Desember 2025, dilanjutkan di Kapanewon Kokap pada 8 Desember 2025, kemudian di Kapanewon Samigaluh pada 10 Desember 2025, dan terakhir di Kapanewon Nanggulan pada 11 Desember 2025. Endang menegaskan, tujuan operasi pasar ini adalah untuk menjaga stabilitas harga dan pemenuhan stok menjelang Nataru.
Untuk empat operasi pasar di empat kapanewon tersebut, akan disiapkan total 2,5 ton bahan pokok. Jumlah tersebut akan terdiri dari berbagai komoditas seperti beras, minyak, telur, gula, dan kemungkinan juga bawang putih serta bawang merah. Saat ini, Disdag masih mendata secara rinci kebutuhan para pedagang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran infrastruktur Kulonprogo 2026 naik signifikan. Jalan, pasar, sekolah hingga padat karya ikut meningkat.
Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Megawati Soekarnoputri menyampaikan pentingnya kedaulatan kelautan dalam cara pandang geopolitik
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 24 Mei 2026. Simak jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Stasiun Yogyakarta.
Peringatan 20 tahun gempa Jogja di Prambanan jadi momentum edukasi dan penguatan kesiapsiagaan bencana masyarakat.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 24 Mei 2026 dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan lengkap dari pagi hingga malam.
Program MBG serap 1,28 juta tenaga kerja dan libatkan ribuan UMKM. Dampaknya terasa dari dapur hingga sektor pangan nasional.