Bayi Evakuasi di Sleman Alami Jaundice Kelainan Jantung dan Hernia
Tiga bayi hasil evakuasi di Pakem, Sleman, jalani perawatan intensif di RSUD Sleman akibat kelainan jantung, hernia, dan jaundice. Simak penjelasan medis lengka
Tenaga Honorer - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN— Sebanyak 3.513 pegawai di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Penyerahan SK berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Rabu (3/12/2025).
Meski telah diangkat, sistem penggajian pada Desember 2025 masih menggunakan skema lama.
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sleman, Wildan Solichin, menjelaskan bahwa mekanisme tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
“Mereka bekerja sebagai PPPK Paruh Waktu TMT 1 Januari 2026. Bulan Desember ini mereka masih dibayar pakai skema pegawai harian lepas sesuai anggaran 2025,” ujar Wildan saat dihubungi.
Sebanyak 3.513 PPPK Paruh Waktu itu ditempatkan di 31 perangkat daerah di Sleman. Proses penetapannya dilakukan melalui pengusulan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), disusul verifikasi hingga persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Salah satu PPPK Paruh Waktu, Johan Nur Rosyid, mengaku telah mengabdi sebagai pegawai harian lepas di Pemkab Sleman sejak 2008. Setelah 17 tahun, ia akhirnya menerima SK sebagai ASN.
“Saya sangat senang dengan penyerahan SK, meski masih ada rekan saya yang belum bisa mendapat SK PPPK Paruh Waktu,” ucapnya.
Johan berharap status baru ini dapat meningkatkan kesejahteraan seluruh pegawai. Ia juga memiliki harapan agar status Paruh Waktu kelak bisa ditingkatkan menjadi Penuh Waktu.
“Hari ini kami juga diarahkan membuka rekening untuk gaji. Kalau pemberian gaji baru dilakukan tahun depan,” katanya.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, turut mengingatkan seluruh PPPK Paruh Waktu agar bekerja sepenuh hati dan menjaga kualitas pelayanan publik.
“Malulah dan merasa tidak puaslah kita semua apabila tidak bekerja dengan baik dalam memberikan layanan bagi masyarakat Sleman,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga bayi hasil evakuasi di Pakem, Sleman, jalani perawatan intensif di RSUD Sleman akibat kelainan jantung, hernia, dan jaundice. Simak penjelasan medis lengka
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Film Star Wars: The Mandalorian and Grogu hanya meraih skor 61% di Rotten Tomatoes, tetapi tetap dipuji penggemar Star Wars.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 19 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam tembus Rp2,887 juta per gram, UBS Rp2,845 juta, dan Galeri24 Rp2,782 juta.