Banyak Siswa Tak Sarapan, MBG Jadi Andalan di SMP Gotong Royong
Program MBG di SMP Gotong Royong Jogja dinilai tepat sasaran karena membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa dari keluarga prasejahtera dan rentan putus sekolah.
Warga lansia - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja menambah 11 Sekolah Lansia pada 2026 sebagai upaya memperkuat peningkatan Angka Harapan Hidup (AHH) Kota Jogja yang termasuk tertinggi di Indonesia.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Jogja, Retnaningtyas, menyampaikan saat ini baru terdapat enam Sekolah Lansia Kota Jogja. Pada tahun depan, Pemkot Jogja menargetkan penambahan belasan Sekolah Lansia guna memperluas jangkauan layanan bagi warga lanjut usia.
“Tahun 2026 akan ditambah 11 sekolah lagi, terdiri dari dua sekolah lanjutan dan sembilan sekolah Standar 1,” katanya di Balai Kota Jogja, Senin (15/12/2025).
Ia menuturkan keberadaan Sekolah Lansia Kota Jogja diharapkan mampu terus meningkatkan Angka Harapan Hidup (AHH). Ia menyebut AHH Kota Jogja pada 2025 berada di kisaran 66–67 tahun, yang merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia.
Menurutnya, pembelajaran yang diberikan Sekolah Lansia Kota Jogja tahun ini mencakup 12 pertemuan. Dalam belasan pertemuan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi untuk meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, dan kemandirian lansia.
“Pembelajarannya meliputi peningkatan keterampilan, seperti pengelolaan keuangan, pengetahuan kesehatan, keagamaan, dan sosial budaya. Kami juga fokus pada kesejahteraan sosial dan emosional, kemandirian, serta rasa percaya diri lansia,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menuturkan Sekolah Lansia Kota Jogja sangat dibutuhkan di tengah kondisi sosial saat ini.
“Sekolah lansia ini sangat bermanfaat, karena banyak lansia yang kurang mendapatkan perhatian, terutama terkait cara hidup mandiri dan pendampingan. Anak dan cucunya sekarang memiliki kesibukan masing-masing,” ujarnya.
Menurut Hasto, kondisi tersebut menuntut pendekatan yang lebih komprehensif dalam peningkatan kesehatan lansia secara spiritual dan jasmani. Hal tersebut, menurutnya, dapat diperoleh melalui pembelajaran di Sekolah Lansia Kota Jogja.
Sementara itu, peserta tertua Sekolah Lansia Kota Jogja, Siti Rodjinah (86), mengaku keikutsertaannya membuat dirinya lebih bahagia dan percaya diri.
“Saya merasa bahagia, bisa kumpul sama sesama lansia. Saya juga merasa sehat, karena hobi saya jalan-jalan,” katanya.
Ia mengatakan, materi yang diterima sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga kesehatan dan kemandirian.
“Yang didapat itu tentang kesehatan dan kemandirian. Kalau misalnya sakit atau kesakitan, diajari menolong diri sendiri dan merawat kesehatan. Jangan loyo,” katanya.
Dengan penambahan Sekolah Lansia Kota Jogja, Pemkot Jogja berharap kualitas hidup lansia meningkat seiring dengan terjaganya Angka Harapan Hidup (AHH) di Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program MBG di SMP Gotong Royong Jogja dinilai tepat sasaran karena membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa dari keluarga prasejahtera dan rentan putus sekolah.
RUU PFII yang terdiri atas 10 bab dan 73 pasal segera disahkan. Atur insentif pajak, pengadilan khusus, dan pusat finansial internasional Indonesia.
Kesbangpol Kulonprogo menggencarkan program Goes to School di 46 sekolah untuk mencegah kenakalan remaja, bullying, judi online, dan tawuran pelajar.
Iran menyatakan siap menghadapi invasi AS ke Pulau Kharg sekaligus mengkaji usulan perdamaian dari mediator untuk meredakan konflik.
Proyek penggantian Jembatan Kewek di Kota Jogja mencapai progres 13,54 persen dan melampaui target. Pembongkaran jembatan lama segera dilakukan.
BRIN menemukan spesies baru ikan gobi udang Tomiyamichthys oriens di perairan Banyuwangi, Jawa Timur, yang memiliki warna jingga khas dan dipublikasikan dalam j