Pengadaan Seragam Dinas Senilai Rp3,7 Miliar di Gunungkidul Dibatalkan
Pemkab Gunungkidul batalkan pengadaan seragam Rp3,7 miliar karena efisiensi dan dialihkan ke program prioritas daerah.
Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Seorang wisatawan remaja asal Temanggung terseret ombak saat bermain air di Pantai Ngandong, Gunungkidul, Senin (22/12/2025) pagi. Korban berhasil diselamatkan petugas SAR dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Peristiwa kecelakaan laut (laka laut) ini bermula saat korban bersama rekan-rekannya bermain air di jalur kapal Pantai Ngandong. Saat asyik bermain, tiba-tiba datang gelombang besar yang langsung menyeret JS ke tengah laut.
“Teman-temannya sudah berusaha menolong, tetapi korban tetap terbawa arus,” ujar Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron, Surisdiyanto, Senin (22/12/2025).
Melihat korban terus terseret ke tengah, rekan-rekan korban segera meminta pertolongan. Petugas SAR yang tengah berjaga bersama warga sekitar langsung melakukan upaya penyelamatan.
“Upaya penyelamatan dilakukan dengan menggunakan perahu. Kami bersyukur korban bisa segera dievakuasi ke daratan,” imbuhnya.
Kondisi korban pasca-evakuasi dilaporkan lemas dan mengalami syok. Selain itu, korban diketahui terlalu banyak menelan air laut saat terseret arus. Untuk mengantisipasi risiko lebih lanjut, JS langsung dilarikan ke RSUD Saptosari.
“Kami tidak ingin mengambil risiko, maka korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lanjutan,” jelas Suris.
Bahaya Rip Current di Pantai Selatan
Berdasarkan hasil identifikasi lapangan, korban terseret ombak karena bermain di area rip current (arus balik) di Pantai Ngandong. Fenomena ini terjadi akibat arus yang bertemu dengan garis pantai melengkung, sehingga menimbulkan arus balik kuat yang ditandai dengan jeda di antara barisan gelombang pecah.
Suris menekankan bahwa rip current hampir ditemukan di seluruh pantai di Gunungkidul. Namun, ada beberapa lokasi yang dinilai paling berbahaya.
“Kondisinya berbeda-beda, tetapi area yang paling berbahaya berada di Pantai Drini, Pantai Pulangsawal (Indrayanti), dan Pantai Sepanjang,” ungkapnya.
Imbauan Menjelang Libur Nataru
Pihak SAR terus mengimbau dan melarang pengunjung untuk bermain di area berbahaya demi keselamatan bersama. Petugas akan terus mengingatkan wisatawan melalui pengeras suara maupun teguran langsung di lapangan.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Pantai Baron, Marjono, meminta pengunjung untuk mematuhi arahan petugas. Kepatuhan wisatawan merupakan kunci utama dalam menekan potensi kecelakaan laut.
“Boleh bermain di pantai, tetapi tetap harus waspada akan potensi bahaya yang ada,” kata Marjono.
Ia tidak menampik bahwa masih banyak pengunjung yang abai terhadap peringatan petugas karena terlalu asyik bermain. Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), pihaknya telah menyiagakan personel ekstra.
“Sebanyak 60 personel sudah kami siapkan untuk pengawasan ketat selama libur Natal dan Tahun Baru,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul batalkan pengadaan seragam Rp3,7 miliar karena efisiensi dan dialihkan ke program prioritas daerah.
Aldila Sutjiadi juara Bad Homburg Open 2026 bersama Vera Zvonareva usai menang di final, menjadi modal menuju Wimbledon.
Hadeging Pakualaman ke-214 menghadirkan kethoprak sejarah Pakualaman, Pasar Sewandanan, Festival Jathilan, dan puluhan UMKM.
Gus Miftah dan Gus Yusuf Macul Langit mengisi pengajian di Bantul untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya pinjol, judol, dan investasi ilegal.
Kekeringan Jawa Tengah melanda Klaten, Pemalang, dan Boyolali. Ribuan warga terdampak, BNPB salurkan bantuan air bersih.
Menkop Ferry Juliantono mematangkan model bisnis Koperasi Merah Putih. Ribuan gerai telah rampung dan disiapkan menyalurkan barang subsidi.