20 Persen SD Negeri di Sleman Kekurangan Murid, Ini Penyebabnya
Sebanyak 20% SD Negeri di Sleman belum memenuhi kuota rombel SPMB 2026. Disdik memperkuat pendidikan agama dan mengkaji opsi regrouping sekolah.
Petugas Jibom Polda DIY memeriksa keamanan Gereja Keluarga Kudus Benteng Ngaglik pada Selasa (23/12/2025)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Menjelang perayaan Natal 2025, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sleman bersama Tim Penjinak Bom (Jibom) Polda DIY melakukan sterilisasi dan pengamanan gereja-gereja untuk memastikan ibadah umat Kristiani berlangsung aman dan kondusif.
Kapolresta Sleman Kombes Pol. Edy Setyanto Erning Wibowo mengatakan bahwa sebelumnya jajaran Polresta Sleman telah melakukan kunjungan ke gereja dan kapel yang akan melaksanakan ibadah Natal. Dari hasil kunjungan tersebut, petugas mendata jumlah jemaat serta jadwal misa dan ibadah di wilayah Sleman.
“Jadi kami jadwalkan semua, kemudian kami lakukan pemetaan, dan selanjutnya kami laksanakan pengamanan,” terang Edy, Selasa (23/12/2025), saat ditemui di Gereja Keluarga Kudus Benteng Ngaglik.
Di Gereja Keluarga Kudus Benteng Ngaglik, ibadah Natal akan dilaksanakan pada sore dan malam hari, dengan perkiraan sekitar 2.500 jemaat hadir setiap kali ibadah.
“Malam Natal kami sudah mendata gereja maupun kapel yang melaksanakan perayaan. Selanjutnya kami lakukan pengamanan di lokasi, dan personel kami juga melaksanakan patroli. Jadi pengamanan tetap ada dan patroli juga sudah kami siapkan,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi potensi kerawanan, kepolisian memfokuskan pengamanan pada kelancaran lalu lintas serta antisipasi ancaman teror. Tim kepolisian, lanjut Edy, telah melakukan sterilisasi di seluruh gereja yang menggelar ibadah Natal.
Kepala Subdetasemen (Kasubden) Jibom Polda DIY, AKP Hendro Purnomo, menjelaskan bahwa di Kabupaten Sleman terdapat 16 gereja yang menjalani proses sterilisasi. Pemeriksaan dilakukan menyeluruh, mencakup ruang ibadah dan perlengkapan gereja.
“Sterilisasi kami mulai dari altar, ornamen-ornamen di gereja, lingkungan sekitar, hingga kamar mandi, termasuk seluruh area yang digunakan masyarakat saat beribadah,” terangnya.
Secara teknis, Hendro menjelaskan Tim Jibom menggunakan metal detector dan handheld inspection mirror untuk mendeteksi benda mencurigakan. Selain itu, untuk deteksi bahan kimia digunakan ChemPRO, sementara RadEye dipakai untuk mendeteksi potensi radioaktif dan memastikan kondisi udara di area gereja aman.
“Alhamdulillah hasilnya aman. Selama pelaksanaan sterilisasi tidak ditemukan benda mencurigakan, dan kualitas udara di lokasi juga dinyatakan baik,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 20% SD Negeri di Sleman belum memenuhi kuota rombel SPMB 2026. Disdik memperkuat pendidikan agama dan mengkaji opsi regrouping sekolah.
Pemda DIY belum mengangkat Guru Pendamping Khusus menjadi PPPK karena masih menghitung kemampuan anggaran dan kesiapan pelaksanaannya.
Stok beras Bulog mencapai rekor 5,18 juta ton per 2 Juli 2026. Serapan beras sudah 81,65 persen dari target pengadaan nasional.
SPMB 2026 di Kulonprogo menyisakan banyak sekolah kekurangan siswa. Regrouping SD dinilai mendesak, namun masih menghadapi penolakan masyarakat.
Menkum Supratman Andi Agtas menegaskan hak banding Nadiem Anwar Makarim tetap berlaku meski hakim tidak menanyakan sikap atas putusan sidang.
Pemkot Jogja menyiapkan penerapan Malioboro full pedestrian secara bertahap melalui uji coba, evaluasi akses warga, dan pemasangan portal.