Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Kondisi bangunan joglo yang ambruk di Padukuhan Jeruksari, Wonosari. Kamis (1/1/2025)/BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan bangunan Joglo ambruk di Padukuhan Jeruksari, Wonosari, Gunungkidul, Kamis (1/1/2026), dan menimpa seorang pekerja.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem terjadi sekitar pukul 15.05 WIB. Bangunan Joglo yang tengah dalam proses pembangunan tersebut berlokasi di Padukuhan Jeruksari, Kalurahan Wonosari, Kapanewon Wonosari.
"Bangunannya roboh dan ada korban di bawahnya. Korban merupakan seorang tukang bangunan yang saat itu sedang bekerja. Begitu kejadian, korban langsung dievakuasi ke RSUD Wonosari. Kami masih menunggu kepastian terkait kondisi medisnya," ujar Edy saat dihubungi pada Kamis petang.
Selain menimbulkan korban luka, runtuhnya bangunan tersebut juga menimpa empat unit sepeda motor yang berada di lokasi hingga mengalami kerusakan cukup parah.
Edy menambahkan, dampak angin kencang ini tidak hanya terjadi di Jeruksari. Beberapa titik lain di Wonosari juga melaporkan kerusakan, di antaranya:
- Kompleks Bangsal Sewokoprojo: Sebuah pohon asam dilaporkan tumbang.
- Kantor Kesbangpol Gunungkidul: Atap bangunan mengalami kerusakan akibat embusan angin.
- Gangguan Listrik: Pohon tumbang di beberapa titik mengakibatkan gangguan pada instalasi listrik PLN.
BPBD mencatat peristiwa serupa juga terjadi di Kapanewon Purwosari, Playen, hingga Paliyan. Namun, kerusakan paling signifikan dilaporkan berada di wilayah Kapanewon Wonosari.
Imbauan BPBD untuk Menekan Risiko Bencana
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, menyatakan pihaknya terus memonitor kondisi korban yang saat ini berada di rumah sakit, meskipun identitas lengkap korban masih dalam pendataan.
Purwono mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Guna mengurangi risiko, masyarakat disarankan untuk:
- Memangkas Dahan: Memotong ranting pohon yang sudah rimbun atau lapuk di sekitar hunian.
- Hindari Tempat Rawan: Tidak berteduh di bawah pohon besar, tiang listrik, maupun papan reklame saat hujan deras.
- Waspada Longsor: Menjauhi daerah lereng atau bantaran sungai saat intensitas hujan meningkat dalam waktu lama.
"Cuaca ekstrem harus menjadi kewaspadaan bersama untuk menekan potensi risiko bencana yang mungkin terjadi di lingkungan kita," pungkas Purwono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin
Xavi Hernandez resmi jadi pelatih Timnas Belanda dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030. Ia sebut dirinya "anak sepak bola Belanda" dan ingin bawa filosofi meny