SD Negeri di Tanjungsari Gunungkidul Dibobol Maling Proyektor Raib
Tiga proyektor SD Negeri 1 Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul hilang dicuri. Polisi masih selidiki kasus dengan kerugian mencapai Rp10 juta.
Kondisi bangunan joglo yang ambruk di Padukuhan Jeruksari, Wonosari. Kamis (1/1/2025)/BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan bangunan Joglo ambruk di Padukuhan Jeruksari, Wonosari, Gunungkidul, Kamis (1/1/2026), dan menimpa seorang pekerja.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem terjadi sekitar pukul 15.05 WIB. Bangunan Joglo yang tengah dalam proses pembangunan tersebut berlokasi di Padukuhan Jeruksari, Kalurahan Wonosari, Kapanewon Wonosari.
"Bangunannya roboh dan ada korban di bawahnya. Korban merupakan seorang tukang bangunan yang saat itu sedang bekerja. Begitu kejadian, korban langsung dievakuasi ke RSUD Wonosari. Kami masih menunggu kepastian terkait kondisi medisnya," ujar Edy saat dihubungi pada Kamis petang.
Selain menimbulkan korban luka, runtuhnya bangunan tersebut juga menimpa empat unit sepeda motor yang berada di lokasi hingga mengalami kerusakan cukup parah.
Edy menambahkan, dampak angin kencang ini tidak hanya terjadi di Jeruksari. Beberapa titik lain di Wonosari juga melaporkan kerusakan, di antaranya:
- Kompleks Bangsal Sewokoprojo: Sebuah pohon asam dilaporkan tumbang.
- Kantor Kesbangpol Gunungkidul: Atap bangunan mengalami kerusakan akibat embusan angin.
- Gangguan Listrik: Pohon tumbang di beberapa titik mengakibatkan gangguan pada instalasi listrik PLN.
BPBD mencatat peristiwa serupa juga terjadi di Kapanewon Purwosari, Playen, hingga Paliyan. Namun, kerusakan paling signifikan dilaporkan berada di wilayah Kapanewon Wonosari.
Imbauan BPBD untuk Menekan Risiko Bencana
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, menyatakan pihaknya terus memonitor kondisi korban yang saat ini berada di rumah sakit, meskipun identitas lengkap korban masih dalam pendataan.
Purwono mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Guna mengurangi risiko, masyarakat disarankan untuk:
- Memangkas Dahan: Memotong ranting pohon yang sudah rimbun atau lapuk di sekitar hunian.
- Hindari Tempat Rawan: Tidak berteduh di bawah pohon besar, tiang listrik, maupun papan reklame saat hujan deras.
- Waspada Longsor: Menjauhi daerah lereng atau bantaran sungai saat intensitas hujan meningkat dalam waktu lama.
"Cuaca ekstrem harus menjadi kewaspadaan bersama untuk menekan potensi risiko bencana yang mungkin terjadi di lingkungan kita," pungkas Purwono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga proyektor SD Negeri 1 Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul hilang dicuri. Polisi masih selidiki kasus dengan kerugian mencapai Rp10 juta.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Pemkab Bantul siapkan lima kalurahan untuk program Kampung Redam hasil kerja sama dengan Kementerian HAM. Fokus pada resolusi konflik dan keadilan restoratif.
Daftar klub yang lolos ke Liga Champions 2026/2027. Simak klub raksasa yang lolos otomatis dan daftar tim yang berjuang lewat kualifikasi di sini.
KDMP Tamanmartani menggunakan dana LPDB untuk operasional awal klinik pratama sambil menunggu kerja sama BPJS Kesehatan.
Erina Gudono resmi lulus S2 University of Pennsylvania sambil menjalani peran sebagai ibu bagi Bebingah bersama Kaesang Pangarep.