Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Kondisi bangunan joglo yang ambruk di Padukuhan Jeruksari, Wonosari. Kamis (1/1/2025)/BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan bangunan Joglo ambruk di Padukuhan Jeruksari, Wonosari, Gunungkidul, Kamis (1/1/2026), dan menimpa seorang pekerja.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem terjadi sekitar pukul 15.05 WIB. Bangunan Joglo yang tengah dalam proses pembangunan tersebut berlokasi di Padukuhan Jeruksari, Kalurahan Wonosari, Kapanewon Wonosari.
"Bangunannya roboh dan ada korban di bawahnya. Korban merupakan seorang tukang bangunan yang saat itu sedang bekerja. Begitu kejadian, korban langsung dievakuasi ke RSUD Wonosari. Kami masih menunggu kepastian terkait kondisi medisnya," ujar Edy saat dihubungi pada Kamis petang.
Selain menimbulkan korban luka, runtuhnya bangunan tersebut juga menimpa empat unit sepeda motor yang berada di lokasi hingga mengalami kerusakan cukup parah.
Edy menambahkan, dampak angin kencang ini tidak hanya terjadi di Jeruksari. Beberapa titik lain di Wonosari juga melaporkan kerusakan, di antaranya:
- Kompleks Bangsal Sewokoprojo: Sebuah pohon asam dilaporkan tumbang.
- Kantor Kesbangpol Gunungkidul: Atap bangunan mengalami kerusakan akibat embusan angin.
- Gangguan Listrik: Pohon tumbang di beberapa titik mengakibatkan gangguan pada instalasi listrik PLN.
BPBD mencatat peristiwa serupa juga terjadi di Kapanewon Purwosari, Playen, hingga Paliyan. Namun, kerusakan paling signifikan dilaporkan berada di wilayah Kapanewon Wonosari.
Imbauan BPBD untuk Menekan Risiko Bencana
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, menyatakan pihaknya terus memonitor kondisi korban yang saat ini berada di rumah sakit, meskipun identitas lengkap korban masih dalam pendataan.
Purwono mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Guna mengurangi risiko, masyarakat disarankan untuk:
- Memangkas Dahan: Memotong ranting pohon yang sudah rimbun atau lapuk di sekitar hunian.
- Hindari Tempat Rawan: Tidak berteduh di bawah pohon besar, tiang listrik, maupun papan reklame saat hujan deras.
- Waspada Longsor: Menjauhi daerah lereng atau bantaran sungai saat intensitas hujan meningkat dalam waktu lama.
"Cuaca ekstrem harus menjadi kewaspadaan bersama untuk menekan potensi risiko bencana yang mungkin terjadi di lingkungan kita," pungkas Purwono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.