Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Beberapa unit glamping di Pinus Pengger yang sudah terbangun mulai beroperasi awal 2026 ini./ist Humas Pemda DIY
Harianjogja.com, JOGJA— Destinasi wisata alam Pinus Pengger di Dlingo, Bantul, terus berbenah. Terbaru, kawasan wisata berbasis hutan pinus tersebut resmi dikembangkan dengan fasilitas glamping (glamour camping) sebagai upaya memperkuat daya tarik wisata sekaligus mendorong pemulihan ekonomi masyarakat.
Pengembangan Glamping Pinus Pengger dilakukan melalui kolaborasi antara pengelola wisata berbasis masyarakat dengan dukungan dunia usaha, salah satunya melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Angkasa Pura I.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan kehadiran glamping ini menjadi contoh konkret pengembangan wisata alam yang berkelanjutan, inklusif, dan kolaboratif.
“Inisiatif ini merupakan wujud kolaborasi pentahelix yang sangat baik. Selain menawarkan panorama alam yang indah, pengembangan ini membuktikan bahwa gagasan yang telah direncanakan sejak lama akhirnya bisa diwujudkan melalui kerja bersama,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (2/1/2026).
Menurutnya, keberadaan glamping di Pinus Pengger diharapkan mampu meningkatkan kualitas destinasi wisata sekaligus memberikan dampak langsung terhadap penguatan ekonomi masyarakat sekitar. Rencananya, akan dibangun 10 unit glamping dengan konsep menyatu dengan alam.
“Pilihan akomodasi yang beragam akan menjadi nilai tambah. Ini bukan soal bersaing, tetapi menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda dan unik bagi pengunjung,” katanya.
Branch Communication and CSR Department Head Bandara Internasional Yogyakarta, Anita Herawati, menyampaikan dukungan TJSL Angkasa Pura I merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat pariwisata berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ia menyebut kawasan Pinus Pengger memiliki potensi besar untuk menjadi contoh pengelolaan wisata alam yang bertanggung jawab dan berbasis kearifan lokal. “Pada 2025, kami telah menyalurkan bantuan TJSL untuk pembangunan empat unit glamping serta peningkatan fasilitas pendukung wisata alam,” jelasnya.
Menurut Anita, kehadiran glamping diharapkan dapat meningkatkan daya saing destinasi, memperpanjang lama tinggal wisatawan, sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat lokal.
Sementara itu, Ketua Koperasi Notowono selaku pengelola wisata Pinus Pengger, Purwo Harsono, mengatakan pengembangan glamping menjadi momentum penting bagi kebangkitan ekonomi warga sekitar.
“Kami menyiapkan 10 unit glamour camp dengan segmen pasar yang beragam. Harapannya, fasilitas ini tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga benar-benar memberdayakan masyarakat dan memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Perempuan muda dan lansia di DIY serta Klaten mengolah kain perca menjadi tenun dan kerajinan bernilai ekonomi di Rumah Kreatif Tukik.
BMKG menetapkan status Siaga tsunami hingga 3 meter setelah gempa M7,7 mengguncang Nagekeo, NTT, Sabtu pagi.
Artis Celine Evangelista hadir dalam gelaran Jogja Fashion Week (JFW) 2026 dengan membagikan pengalaman dalam berbinis busana muslimah syar'i.
Penyalahgunaan narkoba dan psikotropika tidak hanya merusak kondisi fisik, tetapi juga dapat memicu kecanduan berat akibat perubahan sistem dopamin di otak
Merah Putih Malioboro 2026 digelar Sabtu 15 Agustus. Cek 8 titik penutupan dan pengalihan arus lalu lintas di Jogja.