DLH Kulonprogo Awasi Ketat Pengembangan Wisata Pantai Selatan
DLH Kulonprogo mendorong pengembangan wisata pantai selatan berbasis green tourism dengan pengawasan ketat terhadap lingkungan pesisir.
Ilustrasi Rutan. /Google.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Wacana pemindahan Rumah Tahanan Wates mulai diseriusi Pemerintah Kabupaten Kulonprogo. Lokasi rutan yang berada di kawasan pusat kota direncanakan dialihfungsikan menjadi masjid raya sesuai konsep penataan kota Catur Gatra Tunggal.
Proses pemindahan saat ini masih berada pada tahap administrasi awal. Pemkab telah mengantongi izin prinsip dari Paku Alam serta persetujuan dari Kementerian Hukum dan HAM terkait rencana relokasi tersebut.
Pemindahan rutan tidak bisa dilakukan secara cepat karena menyangkut pengelolaan warga binaan dan kesiapan lahan baru. Pemkab berkomitmen menyediakan lahan pengganti dengan luas minimal tiga kali lipat guna menunjang fungsi pemasyarakatan yang lebih representatif.
Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan mengatakan, tahapan tersebut sekarang prosesnya masih dalam tahap awal banget. Sekarang prosesnya baru dalam tahapan administrasi pemindahan Rutan Wates. "Secara legal kita sudah mendapatkan izin dari Paku Alam untuk Rutan dipindahkan. Dan sudah mendapatkan izin dari Kemenkumham, Lapas, ini untuk dipindahkan," katanya kepada wartawan, Senin (5/1/2025).
Namun Agung belum bisa menyampaikan kapan pemindahan tersebut dapat terealisasi. Termasuk lokasi titik pemindahannya di mana belum dapat dibeberkannya.
Tetapi yang jelas koordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Imipas) telah berjalan intensif dalam beberapa minggu terakhir untuk menindaklanjuti mekanisme kepindahan tersebut. "2026 ini kami targetkan merampungkan administratif terkait lahan pemindahannya," ungkapnya.
Proses ini diakui tidak sederhana karena melibatkan penanganan warga binaan yang memiliki latar belakang beragam.
Agung menyampaikan, Pemkab Kulonprogo berkomitmen menyediakan lahan baru dengan luas minimal tiga kali lipat dari luas tanah sebelumnya untuk Rutan Wates.
Saat ini, proses sedang berlanjut dari izin lisan persuasif menuju pengurusan legal formal untuk pemindahan dan peruntukan lahan berikutnya. Agung mengklaim, wacana pemindahan Rutan Wates untuk digantikan dengan masjid sesuai dengan kaidah pembangunan Catur Gatra.
"Catur Gatra. Jadi ada satu dalam tata ini kota, itu ada satu kaidah-kaidah yang di mana sisi barat itu biasanya masjid, terus kemudian sarana ruang publik selalu di tengah, terus kemudian pemerintahan harus ada di sekitarnya. Kalau itu bisa di kanan di kiri tetapi masjid itu selalu di sisi barat. Barat kota. Ya, catur itu empat, gatra itu bentuk," jelasnya.
Kepala Bidang Aset BKAD Kulonprogo, Nurwati menambahkan, sekarang ini memang belum ada pembahasan terkait peralihan aset. Menurutnya, sampai sekarang prosesnya masih sebatas koordinasi di provinsi dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Jika terealisasi, rencana ini diharapkan mampu memperkuat identitas tata kota Wates sekaligus menciptakan pusat aktivitas keagamaan yang terintegrasi dengan ruang publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Kulonprogo mendorong pengembangan wisata pantai selatan berbasis green tourism dengan pengawasan ketat terhadap lingkungan pesisir.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 13 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Daftar lengkap lokasi pemadaman listrik sementara di Yogyakarta, Sleman, Sedayu, dan Gunungkidul pada Rabu, 13 Mei 2026. Cek jadwal pemeliharaan jaringan PLN di
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Rabu 13 Mei 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.