Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Foto ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih. / Foto dibuat menggunakan Artifical Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, SLEMAN—Dari total 86 Koperasi Desa Merah Putih di Sleman, baru 30 unit yang mulai beroperasi. Pemkab menargetkan seluruh KDMP aktif pada Maret 2026.
Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Sleman, Dewi Pratika Damayanti, menjelaskan bahwa meskipun seluruh unit telah memiliki kantor administrasi, mayoritas unit lainnya masih dalam tahap persiapan.
"Kalau kantor semuanya sudah ada, tetapi yang sudah memiliki gerai usaha baru sekitar 30 KDMP," ujar Dewi pada Selasa (6/1/2026).
Berdasarkan konsep awalnya, setiap KDMP diarahkan untuk memiliki enam gerai layanan utama, yaitu:
Saat ini, 30 KDMP yang sudah aktif mayoritas baru mengoperasikan gerai sembako. "Kami melihat perkembangannya pelan-pelan dulu, menyesuaikan potensi masing-masing kalurahan. Sembako menjadi pilihan awal karena jejaring kemitraannya lebih mudah," tambahnya.
Dewi mengungkapkan bahwa kendala utama KDMP dalam memulai usaha adalah permodalan. Sejauh ini, modal KDMP hanya bersumber dari simpanan pokok dan wajib anggota. Beberapa koperasi masih memiliki jumlah anggota yang minim, sehingga modal yang terkumpul belum mencukupi untuk pengembangan gerai lainnya.
Salah satu contoh sukses yang disoroti adalah KDMP di Kalurahan Tamanmartani. Saat ini, anggotanya telah mencapai lebih dari 1.000 orang berkat peran aktif pemerintah kalurahan.
"Lurahnya selalu mensosialisasikan KDMP di setiap kegiatan sambang dusun. Dukungan kalurahan sangat penting untuk akselerasi perekrutan anggota," jelas Dewi. Ia juga menekankan bahwa untuk wilayah DIY, koperasi diarahkan mengoptimalkan modal internal anggota terlebih dahulu sebelum mengakses pinjaman dari bank Himbara.
Memasuki tahun 2026, KDMP di Sleman kini melangkah ke fase kedua, yakni pengembangan koperasi. Sesuai target nasional, seluruh KDMP diharapkan sudah mulai beroperasi penuh pada Maret 2026.
Selain itu, mengacu pada Inpres Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan KDMP, Sleman mendapatkan alokasi pembangunan lima gedung koperasi baru. Proyek ini akan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan PT Agrinas Nusantara dan TNI guna mempercepat ketersediaan infrastruktur pendukung di tingkat desa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Wajah bengkak dan sembap bisa jadi tanda stres kronis. Simak penjelasan dokter dan dampaknya bagi kesehatan tubuh dan mental.
Jepang umumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Yuto Nagatomo kembali, sementara Mitoma dan Minamino absen karena cedera.
Gerindra sidang anggota DPRD Jember yang viral merokok dan main gim saat rapat stunting. Publik menunggu sanksi dari majelis kehormatan.
Relokasi SDN Nglarang Sleman mulai bergerak. Pembangunan gedung baru ditargetkan mulai Mei 2026 akibat proyek Tol Jogja-Solo.