Atasi Sampah Sungai, Kota Jogja Siapkan Patroli Perahu dan CCTV
Pemkot Jogja membentuk patroli sungai, memasang CCTV dan lampu untuk menindak pembuangan sampah liar di Sungai Code dan Gajah Wong.
Sejumlah alat berat dikerahkan untuk membersihkan timbunan sampah di depo yang ada di wilayah Kota Jogja belum lama ini. - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja menyebut kebijakan larangan pembuangan sampah organik basah ke depo sampah mulai menunjukkan hasil positif. Volume sampah organik yang masuk depo turun signifikan hingga puluhan ton dalam sepekan terakhir.
Kepala DLH Kota Jogja, Rajwan Taufiq, mengatakan sejak aturan tersebut diberlakukan, para penggerobak tidak lagi membawa sampah organik—baik basah maupun kering—ke depo.
“Dalam satu minggu ini secara umum sudah berjalan. Penggerobak tidak lagi membawa sampah organik, baik basah maupun kering, ke depo,” ujarnya, Rabu (7/1/2025).
Menurut Rajwan, kebijakan pemilahan sejak sumber menghasilkan penurunan sampah organik basah hingga 25 ton per hari. Upaya ini sekaligus mendorong rumah tangga dan pelaku usaha mengolah sampah organik secara mandiri di wilayah masing-masing.
Untuk mempermudah pengolahan, DLH menyediakan wadah penampungan sampah organik basah di tiap wilayah. Rajwan menyebut kini sudah tersedia sekitar seribu ember penampung yang didistribusikan ke kelurahan untuk mempercepat proses pengolahan sebelum diambil oleh offtaker.
Selain sampah basah, DLH juga menampung sampah organik kering dari 45 kelurahan. Sampah tersebut dijemput secara berkala dan dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pupuk organik dengan volume rata-rata 4 ton per hari.
Rajwan berharap kebijakan ini dapat mengurangi bau tidak sedap serta genangan lindi yang kerap muncul di depo sampah, terutama saat musim hujan.
“Harapannya depo menjadi jauh lebih bersih dan tidak lagi menimbulkan bau menyengat seperti sebelumnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja membentuk patroli sungai, memasang CCTV dan lampu untuk menindak pembuangan sampah liar di Sungai Code dan Gajah Wong.
Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia karena alasan pribadi. Destry Damayanti ditunjuk sebagai Pejabat Gubernur Sementara.
Kementerian Imipas mengungkap korban TPPO kini banyak berasal dari lulusan S1 dan S2. Modus lowongan kerja bergaji tinggi di media sosial jadi pemicu.
PDIP Sleman memperingati Kudatuli dengan diskusi dan teatrikal untuk mengenalkan sejarah demokrasi serta semangat Reformasi kepada Gen Z.
FKG UI menegaskan edukasi kesehatan gigi sejak dini penting untuk mencegah masalah gigi yang masih dialami 57 persen masyarakat Indonesia.
Investor asing mulai kembali membeli SBN RI, tetapi arus modal masih terbatas. Pelemahan rupiah hingga kebijakan The Fed jadi penyebab.