Identitas 11 Bayi di Pakem Sleman Masih Ditelusuri
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Foto ilustrasi mobile banking. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—PT BPR Bank Sleman terus memperkuat transformasi digital layanan perbankan dengan mengembangkan mobile banking (m-banking) yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2026, sebagai upaya meningkatkan kemudahan akses layanan keuangan bagi masyarakat.
Direktur Utama PT BPR Bank Sleman, Dandung Sriyadi, menyampaikan pengembangan layanan digital tersebut didorong oleh tuntutan zaman yang semakin modern. Menurutnya, Bank Sleman terus bertransformasi menjadi bank yang responsif terhadap kebutuhan dan persoalan masyarakat, termasuk melalui penguatan layanan berbasis teknologi.
“Terkait m-banking, kami masih meminta persetujuan Otoritas Jasa Keuangan. Kami juga nanti masih perlu izin ke Bank Indonesia. Target kami tahun ini bisa kami luncurkan,” kata Dandung ditemui di Wyndham Garden, Kalurahan Caturharjo, Sleman, belum lama ini.
Pengembangan dan peningkatan kualitas layanan Bank Sleman dilakukan dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Sleman. Sebagai badan usaha milik daerah, Bank Sleman menjalankan pengembangan usaha sesuai ketentuan yang berlaku, dengan dukungan dan pengawasan dari pemerintah daerah.
Pada 2025, Bank Sleman memperoleh penyertaan modal dari Pemkab Sleman sebesar Rp10 miliar. Dandung menyebut, tambahan modal tersebut menjadi pendorong percepatan peningkatan layanan perbankan kepada masyarakat.
Kinerja keuangan Bank Sleman juga menunjukkan tren positif. Total aset Bank Sleman pada 2025 menembus Rp1,6 triliun. Dana pihak ketiga, yang meliputi tabungan dan deposito, tercatat mencapai Rp704,4 miliar. Sementara itu, kredit yang diberikan (KYD) tersalur sebesar Rp771,9 miliar, dengan laba sebelum pajak mencapai Rp22,5 miliar.
“Nasabah kami saat ini sudah mencapai sekitar 70.000 orang. Puluhan ribu nasabah ini tersebar di berbagai wilayah, tidak hanya di Daerah Istimewa Yogyakarta, tetapi juga di luar provinsi,” katanya.
Ia menambahkan, jumlah nasabah yang bergerak di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tergolong cukup besar. Untuk merespons hal tersebut, Bank Sleman meluncurkan UMKM Award sebagai bentuk apresiasi kepada pelaku usaha mikro dan kecil yang menjadi mitra Bank Sleman.
Terkait dengan tingkat kredit bermasalah (non-performing loan/NPL), Dandung mengungkapkan angkanya masih berada di kisaran 1%, jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan sebesar 5%. Upaya preventif dalam penyaluran kredit terus diutamakan dengan berpedoman pada standar operasional prosedur (SOP) agar pertumbuhan kredit tetap sehat.
“Kredit kami selalu tumbuh. Untuk target pertumbuhan kredit, kami masih moderat karena pertumbuhan ekonomi nasional juga belum cukup bagus,” ucapnya.
Selain itu, Bank Sleman juga memiliki komite manajemen risiko yang bertugas memetakan berbagai potensi kendala penyaluran kredit serta langkah penanganannya. Peran komite ini dinilai penting dalam menjaga kualitas kinerja dan keberlanjutan usaha Bank Sleman di tengah dinamika ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Ketua BPD Hipmi Jatim Ahmad Salim Assegaf membantah narasi mayoritas BPD Hipmi menolak pelaksanaan Munas XVIII Hipmi di Lampung.
Selain mempermudah mobilitas, kehadiran bus KSPN juga diarahkan untuk mendorong penggunaan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan di kawasan pariwisata
IHSG turun 8,35% sepanjang pekan 18-22 Mei 2026. Saham SMMA, SRAJ, CPIN, dan MYOR menjadi top leaders penahan pelemahan indeks.