Petani Bantul Andalkan Sumur Bor Saat Kemarau Mulai Datang
Petani Bantul mulai mengandalkan sumur bor untuk mengairi sawah saat musim kemarau 2026 mulai berlangsung lebih kering.
Pemadam Kebakaran - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Sebuah pabrik keripik tempe kremes di Kalurahan Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Bantul, terbakar pada Sabtu (17/1/2026) dini hari, menyebabkan kerusakan bangunan penggorengan dan kerugian puluhan juta rupiah.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di Dusun Bumen Wetan RT 09. Api pertama kali diketahui warga sekitar yang melihat kobaran api membesar dari area pabrik, lalu segera memberi tanda bahaya dan menghubungi pemilik usaha serta petugas pemadam kebakaran.
Tim Damkar gabungan dari Pos Banguntapan, Piyungan, dan Kasihan dikerahkan ke lokasi. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.30 WIB. Hingga kini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Kepala Seksi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga yang melihat kobaran api dari lokasi pabrik. Ia kemudian berupaya memberi tanda bahaya dengan memukul tiang internet agar warga sekitar mengetahui kejadian tersebut.
“Warga lain yang mendengar langsung memberitahukan peristiwa kebakaran kepada pemilik dan menghubungi pihak terkait, termasuk pemadam kebakaran dan Polsek Banguntapan,” ujarnya.
Menurut Rita, penyebab utama insiden kebakaran itu sampai sekarang masih dalam penyelidikan petugas. Padahal pada Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, operasional pabrik telah selesai dan seluruh tungku api dilaporkan sudah dimatikan. Para karyawan juga telah pulang ke rumah masing-masing.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.30 WIB oleh tim Pemadam Kebakaran dari Pos Banguntapan, Pos Piyungan, dan Pos Kasihan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut
“Kerugian ditaksir sekitar Rp20 juta, berupa bangunan lokasi penggorengan keripik,” kata Iptu Rita.
Korban, Sri Maryana, 57, selaku pemilik usaha disebut telah menerima kejadian itu sebagai musibah dan menyatakan tidak akan membuat laporan kepolisian.
"Ke depan kami imbau warga untuk senantiasa waspada dengan aktivitas pekerjaan yang berkaitan langsung dengan api. Harus dipastikan betul api sudah benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi," ucapnya.
Polisi mengimbau pelaku usaha rumahan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama aktivitas produksi yang melibatkan api, demi mencegah kejadian serupa di wilayah Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petani Bantul mulai mengandalkan sumur bor untuk mengairi sawah saat musim kemarau 2026 mulai berlangsung lebih kering.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.
Budi Waljiman menyerahkan bantuan gamelan Suara Madhura untuk SMA Bosa Jogja guna memperkuat pelestarian budaya Jawa di sekolah.