Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 10 Mei 2026, Tarif Rp8.000
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 10 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan.
Yayasan Lima Rastra tanam 3.000 pohon di Patuk dan Paliyan Gunungkidul, libatkan warga dan mahasiswa untuk pelestarian lingkungan. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Pelestarian lingkungan terus dlakukan di wilayah Gunungkidul. Yayasan Lima Lima Rastra menggelar aksi penanaman 3.000 pohon secara serentak di Kecamatan Patuk dan Kecamatan Paliyan, dengan Dusun Padangan, Kalurahan Nglegi, sebagai lokasi penanaman simbolis.
Gerakan lingkungan ini mengusung tema Menanam Harapan, Merawat Kelestarian Alam dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat Dusun Padangan, Kalurahan Nglegi, serta mahasiswa. Kolaborasi tersebut menjadi bentuk sinergi antara yayasan, warga, dan generasi muda dalam menjaga keseimbangan alam secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan ini, total 3.000 pohon ditanam dengan ragam jenis tanaman produktif dan peneduh, yakni petai sebanyak 500 pohon, jambu air 100 pohon, sengon 1.000 pohon, sirsak 500 pohon, pucuk merah 400 pohon, serta tabebuya 500 pohon.
"Penanaman dilakukan secara serempak di sejumlah titik strategis sebagai langkah jangka panjang untuk meningkatkan tutupan hijau, memperbaiki kualitas lingkungan, menjaga keseimbangan ekosistem, sekaligus membuka peluang manfaat ekologis dan ekonomis bagi masyarakat setempat," kata Founder Yayasan Lima Lima Rastra, Ratih Safitri Sulistyowati, Sabtu (17/1/2026).
Ia menegaskan gerakan menanam pohon tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan harus menjadi aksi nyata yang berkelanjutan.
Menurutnya menanam pohon berarti menanam harapan akan lingkungan yang lestari dan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. "Ini adalah komitmen kami untuk terus hadir dan bekerja bersama masyarakat,” ujar Ratih.
Dukuh Padangan sekaligus pengelola lahan Pendopo Gunung Tugu, Suharjono menyampaikan rasa terima kasih atas keterlibatan langsung yayasan dalam menjaga lingkungan di wilayahnya.
“Baru kali ini di wilayah kami ada yayasan yang benar-benar turun langsung dan serius merawat lingkungan. Ini bukan hanya menanam pohon, tetapi menanam kepedulian,” ungkapnya.
Apresiasi juga diberikan kepada Nuryadi Ketua DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Mega Nusantara Wati, Anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul, atas perhatian, dukungan, dan komitmen mereka terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
"Dukungan lintas pihak ini diharapkan memperkuat kesadaran kolektif serta keberlanjutan gerakan lingkungan berbasis masyarakat di Gunungkidul," kata Nuryadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 10 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan.
Pemkab Bantul turunkan tarif pantai barat jadi Rp5.000 per destinasi mulai Juli 2026. Skema baru dinilai lebih adil bagi wisatawan.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Jaksa juga minta denda dan uang pengganti.
KID DIY fokus pada penguatan informasi kebencanaan hingga tingkat kelurahan. Sistem terpadu disiapkan untuk cegah simpang siur saat darurat.
Wagub DIY Paku Alam X pastikan seluruh rekomendasi DPRD ditindaklanjuti. Evaluasi pembangunan fokus pada pemerataan ekonomi dan tata kelola.
Pembongkaran SDN Nglarang untuk proyek Tol Jogja-Solo rampung. Lahan kini 100% bebas, proyek masuk tahap penimbunan dan pengecoran.