DPRD DIY: Stigma Sekolah Bermutu Picu Sekolah Sepi Murid
DPRD DIY menilai stigma sekolah bermutu dan faktor biaya pendidikan menjadi penyebab sekolah kekurangan murid, bukan semata sistem zonasi.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Upaya pencurian di Kampung Mangkukusuman, Baciro, Kemantren Gondokusuman, Kota Jogja, berhasil digagalkan setelah warga memergoki terduga pelaku dan segera berkoordinasi dengan kepolisian pada Sabtu (17/1/2026) dini hari. Kasus tersebut diselesaikan melalui mediasi dan pembinaan oleh Polsek Gondokusuman.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.15 WIB. Warga setempat memergoki seorang pria berinisial OI, warga Semaki, Umbulharjo, yang diduga hendak melakukan pencurian. Terduga pelaku kemudian diamankan warga hingga petugas kepolisian tiba di lokasi.
Kapolsek Gondokusuman, Kompol Julius Meta Jiwa, mengatakan personel Polsek Gondokusuman langsung mendatangi tempat kejadian perkara setelah menerima laporan dari warga. Untuk menghindari potensi gangguan keamanan, OI dibawa ke Mapolsek Gondokusuman guna menjalani pemeriksaan awal.
“Personel Polsek Gondokusuman yang menerima laporan segera mendatangi tempat kejadian perkara. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, petugas membawa OI ke Mapolsek Gondokusuman untuk menjalani pemeriksaan awal,” jelasnya, Ahad (18/1/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi tidak menemukan adanya barang milik korban yang sempat diambil oleh pelaku. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, kepolisian kemudian memfasilitasi penyelesaian perkara secara kekeluargaan melalui mekanisme mediasi.
Unit Reskrim Polsek Gondokusuman bersama Bhabinkamtibmas mempertemukan pelaku dengan korban berinisial K serta perwakilan tokoh masyarakat. Dalam forum tersebut, pelaku mengakui perbuatannya dan menyampaikan penyesalan atas tindakan yang dilakukan.
Sebagai hasil kesepakatan mediasi, OI diminta membuat surat pernyataan tertulis yang berisi komitmen untuk tidak mengulangi perbuatannya. Selain itu, ia juga diwajibkan mengikuti apel pembinaan di Mapolsek Gondokusuman setiap Senin dan Kamis sebagai bentuk pengawasan dan pembinaan.
Julius mengapresiasi sikap warga yang dinilai telah bertindak tepat dan proporsional dalam menangani kejadian tersebut.
“Kami mengapresiasi langkah warga yang sigap mengamankan pelaku tanpa kekerasan, lalu segera berkoordinasi dengan kepolisian. Ini menunjukkan kesadaran hukum dan sinergi antara masyarakat dan Polri sudah berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam rawan, serta segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
“Hindari tindakan main hakim sendiri dan serahkan penanganan kejadian kepada kepolisian agar dapat diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY menilai stigma sekolah bermutu dan faktor biaya pendidikan menjadi penyebab sekolah kekurangan murid, bukan semata sistem zonasi.
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.
EcoTank Epson tembus penjualan 100 juta unit secara global. Indonesia menjadi negara pertama yang memperkenalkan teknologi printer tangki tinta Epson.
Google resmi meluncurkan Pixel 11 Series yang terdiri dari Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold. Dibekali Tensor G6, Gemini AI terbaru
ASUS ExpertBook P5 G2, Laptop Kerja Terbaik Berbasis Intel Core Ultra Series 3Performa, efisiensi dan keamanan kelas bisnis dalam laptop berdesain ringkas