28 UMKM Kuliner Jogja Ikuti Kurasi, Bidik Pasar Ritel dan Hotel
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Suasana kawasan Malioboro, Jogja. - dok/Harianjogja
Harianjogja.com, JOGJA—Upaya menjaga kelancaran lalu lintas dan kualitas ruang publik di kawasan Sumbu Filosofi mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menyiapkan skema baru pengaturan bus wisata, termasuk penyediaan sejumlah lokasi parkir alternatif di luar pusat kota.
Kebijakan tersebut mulai diterapkan tahun ini seiring rencana pembatasan bus wisata agar tidak lagi melintas di kawasan inti Sumbu Filosofi, khususnya di sekitar Titik Nol Kilometer. Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari penataan kawasan bersejarah sekaligus untuk menekan kepadatan arus kendaraan.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menjelaskan, bus wisata nantinya tidak diperbolehkan masuk ke area objek wisata di pusat kota. Pemkot, kata dia, telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung agar pergerakan wisatawan tetap berjalan tanpa mengganggu kawasan inti.
“Rencananya tahun ini objek wisata dilarang untuk dimasuki bus. Kita siapkan fasilitas penunjang, termasuk lokasi parkir bus selain di Senopati,” ujar Hasto, Jumat (23/1/2026).
Menurut Hasto, bus wisata yang datang dari arah barat tidak lagi diizinkan parkir di sekitar kawasan barat Titik Nol Kilometer, termasuk area seberang RS PKU Muhammadiyah. Kebijakan ini ditujukan agar bus yang tidak memiliki kepentingan khusus tidak lagi melintasi kawasan tersebut.
“Bus dari barat basis parkirnya penuh di TKP Ngabean. Jadi tidak ada alasan untuk lewat Titik Nol,” katanya.
Sementara itu, bus wisata dari arah timur yang selama ini memanfaatkan Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati akan dialihkan secara bertahap ke sejumlah lokasi parkir alternatif. Pemkot Jogja menyiapkan Terminal Giwangan dan Taman Hiburan Rakyat (THR) Purawisata sebagai lokasi pengganti.
“Senopati nanti kita distribusikan parkir kendaraan, sebagian ke Giwangan, sebagian ke THR,” jelasnya.
Selain dua lokasi tersebut, Pemkot Jogja juga membuka peluang kerja sama dengan sejumlah titik lain yang dinilai memiliki daya tampung memadai. Salah satu lokasi yang dipertimbangkan adalah Gembira Loka Zoo, yang dinilai siap menjadi kantong parkir tambahan saat terjadi lonjakan kendaraan wisata.
“Kami belum matur rencana parkir di Gembira Loka Zoo, tapi jika memungkinkan akan kerja sama. Kapasitasnya sekitar 50 bus. Untuk parkir saja sudah siap,” kata Hasto.
Ia menambahkan, kawasan Menara Kopi juga masuk dalam daftar lokasi yang disiapkan sebagai tempat parkir bus wisata. Area tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 20–30 bus, sehingga dapat menjadi alternatif tambahan dalam pengaturan arus kendaraan wisata di Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Event 21–23 Agustus 2026 di Sleman dan DIY dinilai mendorong hotel, kuliner, transportasi, dan UMKM lokal.
DTSEN dinilai bermasalah karena desil warga berubah drastis. DPRD Jogja meminta bansos tetap mempertimbangkan verifikasi kondisi warga.
Pesawat Cassa TNI AU tergelincir di runway 03-21 Bandara Sultan Hasanuddin pada Selasa, 25 Agustus 2026.
LPSK memberikan pelindungan kepada FH, saksi kasus Febrie Adriansyah, karena menilai ada potensi ancaman meski belum nyata.
Penonton Solo dan Yogyakarta menjadi salah satu saksi pertama kemegahan film Operasi Pesta Copet, yang menjalani proses syuting di tengah festival musik