Reuni FHUI 1991 di Bantul Tanam Pohon, Tinggalkan Legacy Lingkungan
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Foto ilustrasi anak bermain ponsel. - Foto dibuat oleh AI/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bantul mengungkapkan masih terdapat ribuan anak yang belum memiliki Kartu Identitas Anak (KIA), meskipun secara umum capaian layanan administrasi kependudukan di wilayah ini tergolong tinggi.
Berdasarkan rekapitulasi capaian kinerja hingga akhir 2025, jumlah anak di Bantul yang belum mengantongi KIA tercatat sebanyak 4.537 anak. Data tersebut dihimpun dari total jumlah anak yang masuk kategori wajib KIA dinamis di Kabupaten Bantul.
Kepala Disdukcapil Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, menjelaskan bahwa dari total wajib KIA dinamis sebanyak 217.174 anak, sebagian besar sudah memiliki dokumen identitas tersebut.
“Untuk KIA, dari wajib KIA dinamis 217.174 anak, yang sudah memiliki KIA sebanyak 212.637 anak atau 97,91 persen. Yang belum KIA masih ada 4.537 anak,” kata Kwintarto, Rabu (28/1/2026).
Ia menambahkan, secara keseluruhan capaian pelayanan administrasi kependudukan di Bantul sepanjang 2025 menunjukkan tren yang sangat positif. Salah satunya terlihat pada layanan perekaman KTP elektronik. Dari total wajib KTP dinamis sebanyak 767.179 penduduk, sebanyak 763.630 orang telah melakukan perekaman.
Capaian tersebut setara dengan 99,54 persen, sementara penduduk yang belum melakukan perekaman KTP elektronik tercatat sebanyak 3.549 orang.
Pada layanan pencatatan sipil lainnya, yakni kepemilikan akta kelahiran untuk anak usia 0–18 tahun, Disdukcapil Bantul juga mencatat hasil yang hampir menyeluruh.
“Dari total wajib akta dinamis sebanyak 232.766 anak, sebanyak 232.690 anak telah memiliki akta kelahiran atau setara 99,97 persen. Adapun anak yang belum memiliki akta kelahiran tersisa 76 anak,” jelasnya.
Namun demikian, Kwintarto mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian khusus, terutama terkait aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Hingga akhir 2025, capaian aktivasi IKD masih relatif rendah dibandingkan layanan administrasi kependudukan lainnya.
Dari total perekaman KTP elektronik dinamis sebanyak 763.760 penduduk, jumlah warga yang telah mengaktifkan IKD baru mencapai 183.870 orang atau sekitar 24,08 persen. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Disdukcapil Bantul untuk terus mendorong partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan layanan kependudukan berbasis digital seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
India minta WhatsApp tunda fitur username karena khawatir dipakai penjahat siber. WhatsApp membela diri dengan perlindungan berlapis. Fitur ini masih opsional.
Beta Mom, gaya asuh santai yang viral di TikTok dan Wall Street Journal. Lawan helicopter parenting, fokus pada fleksibilitas dan kebahagiaan ibu-anak.
Animaccord membantah tuduhan bahwa Masha and the Bear menjadi alat propaganda Rusia. Studio menegaskan serial itu hanya mengusung nilai persahabatan dan imajina
Maroko lebih diunggulkan menghadapi Kanada pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 berkat pengalaman, organisasi permainan, dan performa konsisten.
Pelaku usaha pigura di Sleman tertekan akibat kenaikan harga kaca dan kayu hingga 40 persen. Di saat yang sama, penjualan dilaporkan turun hingga 50 persen.