Pemkab Gunungkidul Fokus Entas Kemiskinan di 7 Wilayah Ini
Pemkab Gunungkidul memfokuskan program pengentasan kemiskinan di tujuh kapanewon prioritas. Target angka kemiskinan turun hingga 13 persen pada 2026.
Sidam Miharjo, salah seorang perajin genteng di Kalurahan Sambirejo, Ngawen saat memperlihatkan cetakan genteng yang dijemur di halaman tempat produksi, Kamis (5/2/2026)./Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Perajin genteng tanah liat di Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul menyatakan dukungan terhadap program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut dinilai tidak hanya menguntungkan sektor usaha rakyat, tetapi juga lebih aman dan tahan lama dibandingkan material atap lain.
Dukungan itu disampaikan para perajin seusai mendengar rencana pemerintah mendorong penggunaan genteng tanah liat sebagai atap bangunan. Salah satu perajin senior Sambirejo, Sidam Miharjo, mengaku menyambut positif kebijakan tersebut meskipun tidak berorientasi semata pada peningkatan penjualan.
“Tidak beli di tempat saya bukan masalah. Tapi, program ini [gentengisasi] bagus dan kami mendukungnya,” kata Sidam, Kamis (5/2/2026).
Sidam menegaskan, keunggulan genteng tanah liat menjadi alasan utama dukungannya terhadap program tersebut. Menurutnya, penggunaan material atap lain seperti galvalum atau seng justru berisiko menimbulkan panas berlebih pada bangunan.
“Ada salah satu pondok yang beberapa kali terbakar dan penyebabnya karena menggunakan atap galvalume sehingga membuat panas sehingga memicu terjadinya kebakaran,” ungkapnya.
Kondisi berbeda dirasakan pada bangunan yang menggunakan genteng tanah liat karena suhu ruangan di bawahnya lebih sejuk. Selain itu, Sidam menyebut daya tahan genteng jauh lebih lama dibandingkan galvalum.
“Genteng juga tahan lama ketimbang galvalume,” katanya.
Sidam mengungkapkan, ia telah menekuni usaha pembuatan genteng sejak 1968 dan hingga kini masih aktif berproduksi. Dengan mengoperasikan tiga mesin cetak, tempat usahanya mempekerjakan delapan orang pekerja.
“Ada delapan pekerja yang membantu membuat genteng. Setiap harinya bisa memroduksi sebanyak 1.500 lembar genteng,” ujarnya.
Terkait harga, Sidam menjelaskan penjualan genteng disesuaikan dengan jenisnya. Genteng mantili dijual dengan harga Rp1.750 per lembar, sedangkan genteng press biasa dipasarkan sekitar Rp1.500 per lembar.
“Yang beli sudah banyak karena hampir dari seluruh Gunungkidul. Selain itu, juga ada dari Wonogiri, Klaten, Kota Jogja, Semarang hingga Temanggung,” katanya.
Perajin lain di Sambirejo, Yatin, turut menilai program gentengisasi Presiden Prabowo sebagai langkah yang sangat baik. Meski demikian, ia menegaskan para perajin tetap fokus menjaga keberlanjutan produksi untuk memenuhi permintaan pasar.
“Kita terus produksi. Untuk bahan baku tanah diambil dari Bayat, Klaten dengan campuran kaolin yang dibeli dari Karangsari di Kapanewon Semin,” kata Yatin.
Menurut Yatin, Kalurahan Sambirejo telah lama dikenal sebagai sentra genteng di Kabupaten Gunungkidul. Saat ini terdapat sekitar delapan perajin aktif yang melibatkan puluhan warga lokal dalam proses produksi.
“Kami gunakan tenaga lokal sehingga warga sekitar juga bisa ikut merasakan manfaat dari tempat produksi genteng,” katanya.
Program gentengisasi diharapkan mampu memperkuat ekonomi berbasis kerajinan rakyat sekaligus mendorong penggunaan material bangunan yang lebih aman dan ramah lingkungan. Keberadaan sentra genteng Sambirejo dinilai siap menjadi penopang kebijakan tersebut jika direalisasikan secara nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul memfokuskan program pengentasan kemiskinan di tujuh kapanewon prioritas. Target angka kemiskinan turun hingga 13 persen pada 2026.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 19 Agustus 2026. Ada lima keberangkatan dari Jogja dan lima dari Kutoarjo.
Catat jadwal KA Bandara YIA reguler dan Xpress dari Tugu Jogja ke YIA maupun sebaliknya, lengkap dengan waktu keberangkatan.
Cek jadwal KRL Palur-Jogja Rabu 19 Agustus 2026, lengkap dari Stasiun Palur hingga Stasiun Yogyakarta.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 19 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Pascagempa NTT, 32 dari 33 titik longsoran telah ditangani. BNPB mencatat 68 orang meninggal dan 213 lainnya luka-luka.