Sapi Madura dan Bali Diburu untuk Kurban, Harga Rp25 Juta Paling Dicar
Permintaan sapi kurban Rp23 juta-Rp25 juta meningkat jelang Iduladha 2026. Peternak Jogja datangkan sapi dari Madura dan Bali.
Foto ilustrasi bank sampah anorganik, dibuat menggunakan Artificial Intelligence. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kemantren Gondomanan, Kota Jogja memperketat pengawasan pengelolaan sampah anorganik melalui bank sampah guna memastikan setiap wilayah menjalankan sistem pengolahan dan administrasi secara optimal.
Langkah tersebut diwujudkan melalui pemantauan dan pengawasan langsung ke setiap bank sampah guna menilai sistem kerja, pola pengelolaan, serta mengidentifikasi berbagai kendala yang muncul di lapangan.
Mantri Pamong Praja Kemantren Gondomanan, Cahya Wijayanta mengatakan pemantauan dan pengawasan pengelolaan sampah anorganik melalui bank sampah dilakukan secara rutin di seluruh wilayah. Menurutnya, pemantauan tersebut dilakukan untuk mengetahui sistem pengelolaan sampah dan kendala dalam pengelolaan sampah di setiap wilayah.
Selain melakukan pemantauan, Kemantren Gondomanan juga menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama para pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengelolaan sampah anorganik. Rakor tersebut bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memperkuat tata kelola pengelolaan sampah di wilayah Gondomanan.
Cahya menegaskan pengelolaan bank sampah harus dilakukan secara terstruktur, terutama pada aspek administrasi. Sistem kerja bank sampah, menurut dia, menyerupai mekanisme perbankan, mulai dari pencatatan setoran sampah, pencatatan buku tabungan nasabah, hingga rekapitulasi hasil penjualan sampah anorganik.
“Administrasi yang rapi dan tertib menjadi kunci keberhasilan bank sampah. Dengan administrasi yang baik, kepercayaan masyarakat akan meningkat dan program seperti Mas Jos dapat terlaksana secara optimal,” katanya, Senin (2/9/2026).
Ia juga mendorong setiap bank sampah memiliki sistem kerja yang tertata, mulai dari administrasi proses pemilahan sampah nasabah, pencatatan pada buku bantu dan buku tabungan, hingga kelengkapan dokumen sebagai dasar pertanggungjawaban kegiatan pengelolaan sampah anorganik.
“Saat ini proses pematangan program masih terus dilakukan, baik dari sisi koordinasi antar bank sampah, kesiapan administrasi, dan peran aktif pengelola dan masyarakat,” katanya.
Ke depan, ia berharap forum bank sampah Kemantren Gondomanan semakin solid dan memiliki kesamaan pemahaman dalam pengelolaan sampah anorganik. Penguatan koordinasi dan administrasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan, mewujudkan tata kelola sampah yang tertib dan berkelanjutan, sekaligus menyukseskan program Mas Jos di wilayah Kemantren Gondomanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Permintaan sapi kurban Rp23 juta-Rp25 juta meningkat jelang Iduladha 2026. Peternak Jogja datangkan sapi dari Madura dan Bali.
OpenAI mewajibkan pengguna ChatGPT di Mac memperbarui aplikasi sebelum 12 Juni 2026 usai insiden keamanan siber internal.
Harga BBM naik per 17 Mei 2026. Solar BP-AKR dan Vivo tembus Rp30.890 per liter, Pertamax Turbo dan Dexlite juga naik.
Veda Ega Pratama start dari posisi ke-21 Moto3 Catalunya 2026 usai gagal lolos Q2. Rider Indonesia tetap optimistis memburu rombongan depan.
Kevin Diks mencetak gol spektakuler saat Borussia Monchengladbach menghancurkan Hoffenheim 4-0 di Bundesliga 2025/2026.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.