Malioboro Bakal Bebas Rokok Total, Pelanggar KTR Langsung Didenda
Pemkot Jogja percepat revisi Perda KTR. Malioboro jadi kawasan bebas rokok, pelanggar langsung kena denda tanpa sidang.
Sungai Code di Kota Jogja. - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Upaya pembersihan sampah sungai terus digencarkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja setiap hari, namun sampah di sejumlah sungai masih ditemukan. Volume sampah Sungai Code bahkan mencapai sekitar 6 ton per bulan, menjadi alarm serius bagi pengelolaan lingkungan perkotaan, terutama saat musim penghujan.
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Kota Jogja, Very Tri Jatmiko, menjelaskan pembersihan dan pengerukan sampah sungai dilakukan secara rutin tanpa menunggu musim hujan.
“Sampah di sungai itu setiap hari kami bersihkan. Jadi tidak hanya mengikuti musim hujan [pembersihan sampah sungai],” katanya, Selasa (10/2/2026).
Meski pembersihan dilakukan harian, temuan sampah tetap muncul di sungai-sungai yang melintas di Kota Jogja. Untuk Sungai Code, volume sampah yang terangkut rata-rata mencapai sekitar 6 ton per bulan. Adapun di sungai lainnya, jumlah sampah berada di bawah lima ton per bulan.
Sebagian besar sampah yang ditemukan berupa sampah anorganik yang berasal dari limbah domestik rumah tangga. Very menyayangkan masih adanya warga yang membuang sampah ke aliran sungai, padahal imbauan telah berkali-kali disampaikan.
Keberadaan sampah di sungai, menurutnya, berpotensi mengganggu kelancaran aliran air, terutama ketika hujan berintensitas tinggi. Debit air meningkat, tetapi jika alur sungai tersumbat sampah, maka aliran tidak berjalan optimal. Kondisi ini berisiko memicu banjir hingga merusak talud, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Tegalrejo.
Terkait talud yang ambrol tersebut, Very menjelaskan debit air tinggi yang dipicu tumpukan sampah di bronjong menjadi salah satu penyebabnya. DLH Kota Jogja telah membersihkan sampah di lokasi tersebut, namun sampah yang tersangkut di bronjong sulit diambil sehingga sebagian masih tertinggal hingga akhirnya talud ambrol.
Sebagai langkah antisipasi, DLH Kota Jogja memasang trash barrier di sejumlah titik sungai untuk menahan sampah sebelum terbawa arus ke hilir. Hingga kini, terdapat sekitar 11 titik trash barrier yang telah terpasang.
“Daripada membersihkan di lokasi yang sulit, kami hadang sebelum masuk ke sana,” katanya.
Pemasangan trash barrier dilakukan pada 2025 melalui anggaran APBD, kemudian ditambah pada APBD Perubahan sehingga total mencapai 11 titik. Untuk 2026, DLH Kota Jogja belum merencanakan penambahan titik baru.
Upaya pembersihan sampah sungai dan pemasangan trash barrier tersebut menjadi bagian dari strategi pengendalian banjir dan perlindungan infrastruktur sungai di Kota Jogja, terutama dalam menghadapi musim hujan dengan intensitas tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja percepat revisi Perda KTR. Malioboro jadi kawasan bebas rokok, pelanggar langsung kena denda tanpa sidang.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.