Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Foto siswa SMA.- Ilustrasi dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, JOGJA— Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY (Disdikpora DIY) menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran di SMA/SMK dan SLB selama bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026. Penyesuaian tersebut mencakup pembelajaran mandiri di awal Ramadan, pengurangan durasi jam pelajaran, hingga libur Idulfitri.
Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Disdikpora DIY Nomor DIY B/400.3/4583/D14 tentang Pelaksanaan Pembelajaran di Bulan Ramadan yang telah disampaikan kepada kepala SMA/SMK dan SLB se-DIY.
Kepala Disdikpora DIY Suhirman menjelaskan, pada awal Ramadan, yakni 18–21 Februari 2026, kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, maupun masyarakat sesuai penugasan dari satuan pendidikan.
“Penugasan selama pembelajaran mandiri agar bersifat sederhana, bermakna, tidak membebani peserta didik maupun orang tua, serta meminimalkan penggunaan gawai dan internet,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
Selanjutnya, 23 Februari hingga 14 Maret 2026, pembelajaran kembali dilaksanakan di satuan pendidikan dengan penyesuaian suasana Ramadan. Durasi satu jam pelajaran ditetapkan 35 menit untuk seluruh jenjang SMA/SMK dan SLB.
Selama Ramadan, satuan pendidikan diminta menyesuaikan jadwal dan intensitas kegiatan belajar, termasuk mengurangi aktivitas fisik berat seperti pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).
Selain itu, sekolah juga didorong mengoptimalkan asesmen formatif, memberikan dukungan khusus bagi peserta didik berkebutuhan khusus dan siswa inklusi, serta mengintegrasikan kegiatan yang memperkuat iman dan takwa, akhlak mulia, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.
Bagi peserta didik beragama Islam, kegiatan seperti tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, dan kajian keislaman dianjurkan untuk dilaksanakan. Sementara itu, siswa beragama non-Islam diarahkan mengikuti bimbingan rohani dan kegiatan keagamaan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
Adapun libur bersama Idulfitri ditetapkan pada 16–20 Maret serta 23–27 Maret 2026. Selama masa libur, peserta didik diharapkan memanfaatkan waktu untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan masyarakat guna mempererat persaudaraan dan persatuan.
Orang tua atau wali murid juga diminta berperan aktif mendampingi anak selama pembelajaran mandiri, terutama dalam kegiatan ibadah, literasi, dan aktivitas positif lainnya.
“Orang tua diharapkan menerapkan pengawasan penggunaan gawai dan internet secara bijak, sekaligus melindungi anak dari aktivitas yang dapat mengganggu hak belajar, bermain, dan beristirahat,” kata Suhirman.
Sebagai informasi, Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan dimulai Rabu (18/2/2026) dan Idulfitri jatuh pada 21 Maret 2026. Kegiatan pembelajaran di sekolah dijadwalkan kembali normal pada 30 Maret 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Meta resmi meluncurkan Facebook Verified, fitur verifikasi akun gratis melalui video selfie. Simak cara mendapatkan lencana verifikasi dan perbedaannya dengan M
Survei Coursera 2026 menunjukkan 97 persen perusahaan di Indonesia kini lebih mengutamakan keterampilan dibanding ijazah dalam merekrut karyawan entry level.
Nissan Leaf Nismo resmi meluncur di Jepang dengan fokus pada handling dan desain sporty, bukan peningkatan tenaga. Cek spesifikasi lengkapnya!
Kimi Antonelli finis podium ketiga pada F1 GP Hungaria 2026 meski start dari posisi ketujuh. Hasil ini memperlebar keunggulannya di puncak klasemen Formula 1.
Maroko menamai jalan raya sepanjang 1.055 kilometer dengan nama Donald Trump. Langkah ini dinilai menjadi simbol kuat hubungan diplomatik AS dan Maroko terkait