Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Hujan deras picu banjir dan longsor di Ngawen Gunungkidul, 35 warga mengungsi. BPBD terus lakukan asesmen dan distribusi logistik. /Instagram.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hujan deras yang mengguyur wilayah Gunungkidul pada Selasa (17/2/2026) sore memicu banjir dan longsor di sejumlah titik di Kapanewon Ngawen. Dampaknya, sedikitnya 35 warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Gunungkidul) menerima laporan kejadian tersebut setelah hujan lebat mengguyur kawasan Ngawen sejak siang hari dan menyebabkan genangan serta pergerakan tanah di sejumlah kalurahan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, membenarkan adanya kejadian banjir dan tanah longsor tersebut.
“Iya benar ada longsor dan sejumlah warga mengungsi,” kata Edy saat dihubungi, Rabu malam.
Data sementara mencatat, banjir yang memicu longsor terjadi di Padukuhan Jono, Banteng Wareng. Selain itu, peristiwa serupa dilaporkan di Padukuhan Suru, Kampung; Kalurahan Natah, Nglipar di tiga lokasi; Kalurahan Beji, Ngawen di empat lokasi; Kalurahan Semin, Semin di dua lokasi; serta Kalurahan Jurangjero, Ngawen di dua titik.
Menurut Edy, dampak paling parah berada di Kalurahan Jurangjero dan Tancep, Ngawen. Di dua wilayah tersebut, warga harus meninggalkan rumah demi keselamatan akibat ancaman longsor susulan.
Untuk lokasi pengungsian di Tancep, warga ditempatkan di Balai Kalurahan setempat dengan total 10 kepala keluarga. Sementara itu, pengungsian kedua berada di Balai Padukuhan Wonosari, Kalurahan Jurangjero, yang menampung 25 warga.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” katanya.
BPBD Gunungkidul telah menyalurkan bantuan logistik bagi para pengungsi. Di Balai Kalurahan Tancep, bantuan yang diberikan meliputi lima paket makanan besar, lima unit matras, dan sepuluh selimut.
“Untuk lokasi pengungsian di Balai Padukuhan Wonosari juga diberikan lima unit matras, sepuluh selimut, dan lima paket makanan dalam jumlah besar,” katanya.
BPBD masih melakukan pendataan lanjutan terhadap dampak banjir dan longsor Ngawen tersebut, sekaligus menyiapkan tambahan logistik apabila diperlukan.
“Penambahan logistik bersifat fleksibel menunggu perkembangan di lokasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Gunungkidul, Agus Wibowo, mengatakan asesmen dampak banjir akibat hujan deras juga terus dilakukan pada Rabu siang. Data sementara menunjukkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, begitu pula fasilitas lingkungan dan akses jalan yang terdampak cukup parah akibat banjir di Padukuhan Pulejono.
Agus mengimbau warga yang tinggal di kawasan rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi hujan deras masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan sehingga risiko bencana susulan tetap perlu diantisipasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.