Anggaran Dropping Air BPBD Gunungkidul Makin Menipis
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Warga bersama dengan relawan dan tim gabungan melakukan kerja bakti untuk membersihkan material longsor di jalan maupun rumah warga di Padukuhan Jono, Tancep, Ngawen, Rabu (18/2)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Banjir dan longsor di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, memicu kerja bakti besar-besaran, Rabu (18/2/2026) pagi. Warga bersama relawan, petugas BPBD hingga anggota TNI-Polri turun langsung membersihkan material longsoran yang menutup jalan dan masuk ke rumah penduduk.
Material berupa tanah, batu, dan pohon tumbang tidak hanya mengendap di akses jalan, tetapi juga memenuhi sejumlah rumah warga. Salah seorang warga, Fendi M Muslim, mengatakan hujan deras yang mengguyur sejak Selasa (17/2/2026) siang memicu banjir bandang disertai longsor dari kawasan perbukitan.
“Tidak ada tanda-tanda dan langsung terjadi banjir sekitar pukul 16.30 WIB,” kata Fendi, Rabu pagi.
Ia menyebut terdapat tiga rumah mengalami rusak berat dan total 12 kepala keluarga terdampak langsung. Warga pun bergotong royong mempercepat proses pembersihan dengan harapan cuaca mendukung agar tidak terjadi hujan susulan.
Panewu Ngawen, Agus Sumaryono, menjelaskan titik longsor berada di bukit yang posisinya sekitar 300 meter di atas permukiman. Saat hujan deras turun, material longsor terbawa arus banjir hingga menerjang rumah warga.
“Material longsor berupa tanah, batu hingga pohon tumbang langsung mengarah ke rumah penduduk,” katanya.
Berdasarkan hasil pendataan terbaru, terdapat 13 rumah rusak ringan dan lima rumah rusak berat akibat banjir dan longsor Tancep. Warga juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan, terlebih hujan kembali turun pada tengah malam. Sejumlah warga memilih mengungsi demi keselamatan.
Sebelumnya, BPBD Gunungkidul mencatat longsor terjadi di sejumlah kapanewon, yakni Ngawen, Nglipar, Gedangsari, dan Semin akibat cuaca ekstrem pada Selasa siang. Namun, dampak terparah berada di Kalurahan Tancep dan Jurangjero.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarya, mengatakan banjir dan longsor menyebabkan warga mengungsi di dua lokasi. Di Balai Kalurahan Tancep tercatat 10 kepala keluarga mengungsi, sedangkan di Balai Padukuhan Wonosari, Kalurahan Jurangjero, terdapat 25 warga yang mengungsi.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” katanya.
BPBD juga telah menyalurkan bantuan bagi pengungsi. Di Balai Kalurahan Tancep diberikan lima paket makanan besar, lima unit matras, dan sepuluh selimut. Adapun di Balai Padukuhan Wonosari disalurkan lima unit matras, sepuluh selimut, serta lima paket makanan dalam jumlah besar.
Upaya pembersihan dan penanganan banjir dan longsor Tancep masih terus dilakukan. Warga bersama tim gabungan berupaya memulihkan kondisi lingkungan agar aktivitas dapat kembali berjalan normal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Jisoo BLACKPINK comeback 4 September 2026 dengan single "CLICK". Lagu ini jadi pra-rilis album solo penuh pertamanya. MV digarap sutradara pemenang Grammy.
Claude sempat error selama 2 jam 46 menit pada 24 Agustus 2026. Simak kondisi layanan, harga Claude Pro, dan bedanya dengan ChatGPT.
Dinsos Kulonprogo membuka layanan aduan perubahan desil kesejahteraan akibat pemutakhiran DTSEN. Warga bisa memperbarui data.
Singapura kota dengan transportasi umum terbaik dunia versi Oliver Wyman Forum 2024. Jakarta peringkat 28. Simak daftar 10 kota terbaik dan posisi Indonesia.
Timnas voli putri Indonesia kalah 0-3 dari Thailand di AVC 2026. Ini kekalahan pertama Garuda Pertiwi dari tiga laga. Simak jalannya pertandingan. (