Progres Tol Jogja-Solo 87 Persen, Akses Keluar Masuk Ditarget Agustus
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 mencapai 87%. Ramp on dan ramp off ditargetkan selesai Agustus 2026.
Foto ilustrasi patroli polisi. - polri.go.id
Harianjogja.com, SLEMAN—Pengamanan Ramadan 2026 di Sleman diperketat melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dengan penebalan personel di sejumlah titik rawan. Hal ini ditegaskan Polresta Sleman untuk mencegah kejahatan jalanan, perang sarung, hingga kemacetan selama aktivitas masyarakat meningkat, Selasa (17/2/2026).
Kasi Humas Polresta Sleman AKP Salamun menjelaskan pelaksanaan KRYD Ramadan 2026 dilakukan bersama seluruh jajaran polsek melalui peningkatan kegiatan preemtif dan preventif. Strategi ini diterapkan untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan yang muncul sepanjang bulan Ramadan, baik pada siang maupun malam hari.
"Dengan cara bertindak yaitu menempatkan anggota dan mobiling baik anggota berpakaian dinas ataupun preman ditempat-tempat rawan dengan penebalan atau penambahan perkuatan personel," ungkap Salamun, Selasa (17/2/2026).
Ia menuturkan kegiatan pengamanan Ramadan di Sleman tersebut diawali apel personel yang digelar di parkir timur Monumen Jogja Kembali (Monjali) atau di Markas Komando (Mako) Polresta Sleman sebelum patroli lapangan dilakukan. Setelah apel, personel langsung disebar ke lokasi yang telah dipetakan sebagai titik kerawanan.
"Titik strong point malam hari di sepanjang ring road utara dari Simpang Maguwo sampai dengan Simpang Pelem Gurih dan seputaran Denggung. Untuk polsek menempatkan personel dan mobiling disesuaikan dengan titik rawan dari masing-masing wilayah," ujarnya.
Polresta Sleman juga memetakan sejumlah lokasi yang berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas selama Ramadan, seperti pusat perbelanjaan, pasar tradisional, hingga pasar takjil musiman yang ramai menjelang waktu berbuka puasa. Pengawasan dilakukan guna mengantisipasi kemacetan serta menjaga ketertiban masyarakat.
Selain itu, potensi kecelakaan lalu lintas turut menjadi perhatian karena meningkatnya mobilitas masyarakat selama bulan puasa. Aparat juga mewaspadai kemungkinan balap liar yang kerap terjadi menjelang berbuka, menjelang sahur, maupun seusai salat Subuh.
"Pencurian, baik di rumah karena ditinggal pergi atau ibadah, pasar dan tempat perbelanjaan. Kejahatan jalanan, perkelahian atau perang sarung pada saat dini hari baik menjelang sahur atau setelah subuh," ujarnya.
Pengawasan terhadap penggunaan petasan yang berpotensi membahayakan keselamatan juga menjadi bagian dari operasi pengamanan Ramadan Polresta Sleman. Kepolisian mengimbau masyarakat turut berperan menjaga keamanan lingkungan selama bulan suci berlangsung.
"Masyarakat diharapkan bisa menghubungi call center 110 bilamana ada informasi atau peristiwa atau kejadian sehingga dapat direspon cepat oleh pelayanan Polri dan diharapkan juga masyarakat juga bisa meningkatkan keselamatan, keamanan bagi diri sendiri dan lingkungannya selama ramadhan," tegasnya. Upaya peningkatan KRYD Ramadan 2026 ini dilakukan sebagai langkah preventif Polresta Sleman untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif selama masyarakat menjalankan ibadah dan aktivitas malam Ramadan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 mencapai 87%. Ramp on dan ramp off ditargetkan selesai Agustus 2026.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M