Bendera Merah Putih 1 Km Dibentangkan di Parade Kebangsaan Jogja
Bendera Merah Putih sepanjang 1 kilometer akan dibentangkan dalam Parade Kebangsaan di Jogja dengan lebih dari 2.000 peserta.
Foto ilustrasi Koperasi Merah Putih dibuat oleh AI ChatGPT
Harianjogja.com, JOGJA—Program Warung Milik Rakyat (Wamira) yang disiapkan Pemkot Jogja memicu kekhawatiran di kalangan pengurus Koperasi Merah Putih Jogja. Mereka menilai, kehadiran Wamira berpotensi memengaruhi laju bisnis koperasi di tingkat kelurahan jika tidak diintegrasikan dalam satu sistem kelembagaan.
Wamira direncanakan hadir di 45 kelurahan di Kota Jogja dan menyasar penguatan usaha rakyat berbasis wilayah. Namun, sejumlah pengurus koperasi meminta agar program tersebut tidak berdiri sebagai entitas baru yang terpisah, melainkan dilekatkan langsung dengan Koperasi Merah Putih yang sudah lebih dulu ada di tiap wilayah.
Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Demangan, Antonius Fokki Ardiyanto, mengaku khawatir keberadaan Wamira akan menimbulkan tumpang tindih dalam praktik usaha di lapangan.
“Kebijakan tersebut [Wamira] justru berpotensi tumpang tindih, tidak efektif, dan kehilangan arah strategis [dengan Koperasi Merah Putih],” katanya, Senin (23/2/2026).
Ia menjelaskan, hingga kini fasilitasi distribusi sembako dan akses rantai pasok di Koperasi Merah Putih belum terintegrasi secara optimal. Selain itu, penguatan digitalisasi dan pemasaran koperasi juga dinilai masih minim intervensi kebijakan.
Menurut Fokki, dukungan permodalan bagi koperasi di tingkat kelurahan juga masih terbatas. Distribusi sembako dan akses rantai pasok belum terkelola secara terintegrasi, sementara aspek digitalisasi serta pemasaran koperasi belum mendapatkan dukungan kebijakan yang memadai.
“Dalam situasi seperti ini, menghadirkan Wamira sebagai entitas baru justru menimbulkan pertanyaan mendasar mengapa tidak memperkuat yang sudah ada?” katanya.
Ia berpandangan, konsep Wamira seharusnya dilekatkan sebagai gerai sembako di bawah Koperasi Merah Putih agar tidak terjadi duplikasi kelembagaan. Dengan model integratif, distribusi sembako dapat dikelola secara kolektif dan transparan melalui koperasi. Kebijakan daerah, menurutnya, akan lebih selaras dengan strategi nasional ekonomi kerakyatan jika penguatan dilakukan pada lembaga yang sudah berjalan.
Senada dengan itu, Ketua Koperasi Merah Putih Gunungketur, Mohammad Reza Murtaza, juga menyoroti potensi dampak Wamira terhadap penjualan kebutuhan pangan di koperasi.
“Kalau Wamira berdiri sendiri tanpa pembenahan koperasi, kami khawatir teman-teman koperasi yang belum jalan bisa semakin tertinggal,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, koperasi di wilayahnya saat ini masih dalam tahap penguatan modal dan pengembangan unit usaha. Setelah Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2025, koperasi mulai merancang pengembangan usaha sembako dengan fokus pada komoditas beras serta penjajakan kerja sama dengan Perum Bulog.
“Langkah awal kami fokus beras dulu agar tidak mematikan toko-toko kecil. Nanti modelnya berbasis RT, jadi bisa seperti reseller koperasi,” katanya.
Selain mengembangkan unit sembako, koperasi Gunungketur sebelumnya mengandalkan produksi batik untuk ASN Pemkot Jogja sebagai sumber permodalan. Dari pesanan ratusan potong batik sepanjang 2025, koperasi berhasil menghimpun kas sekitar Rp14 juta. Ke depan, koperasi juga membidik peluang penyediaan makanan tambahan (PMT) untuk mendukung program stunting di kelurahan. Reza mengakui, tantangan utama koperasi saat ini masih berkutat pada keterbatasan tempat usaha dan modal operasional.
Sebelumnya, Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menyampaikan bahwa Wamira merupakan strategi Pemkot Jogja untuk membangun jejaring usaha rakyat agar mampu bersaing dengan toko waralaba nasional. Program tersebut ditargetkan meluncur pada April–Mei 2026 dan akan tersebar di 14 kemantren serta 45 kelurahan di Kota Jogja.
Menurut Hasto, konsep Wamira dirancang untuk menjaga perputaran uang masyarakat tetap berada di lingkungannya sendiri atau close loop, sehingga belanja kebutuhan pokok tidak hanya memenuhi kebutuhan harian warga, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Skema ini menjadi bagian dari upaya penguatan ekonomi kerakyatan di Kota Jogja melalui optimalisasi peran Koperasi Merah Putih Jogja dan jaringan Wamira di tingkat kelurahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bendera Merah Putih sepanjang 1 kilometer akan dibentangkan dalam Parade Kebangsaan di Jogja dengan lebih dari 2.000 peserta.
The Script dipastikan kembali menggelar konser di Indonesia Arena Jakarta pada 3 April 2027. Tiket presale mulai Rp650.000 dan dijual mulai 21 Agustus 2026.
Prabowo resmi umumkan proyek Giant Sea Wall sepanjang 575 km dari Banten-Gresik. Butuh waktu 15-20 tahun, lindungi 50 juta warga. Indonesia belajar dari Belanda
Elkan Baggott resmi masuk skuad Millwall untuk Championship 2026/2027. Bek Timnas Indonesia akan mengenakan nomor punggung 12 usai direkrut dari Ipswich Town.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola menegaskan Marc Marquez dan Ducati masih menjadi ancaman besar dalam perebutan gelar MotoGP 2026 meski Jorge Martin memimpin k
Media Vietnam Soha menyoroti kemerosotan karier pemain naturalisasi Timnas Indonesia usai meninggalkan Eropa. Sandy Walsh, Ragnar Oratmangoen, hingga Marselino