Kasus Guru Dibacok, Disdik Sebut Tak Ada Keterangan Siswa sebagai ABK
Disdik Sleman menyebut laporan SD Negeri Ledoknongko tidak mencantumkan siswa sebagai ABK, berbeda dengan informasi awal kepolisian.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kenaikan angka perceraian di Sleman pada 2025 menjadi sinyal persoalan rumah tangga yang belum tertangani optimal. Faktor ekonomi disebut masih menjadi pemicu utama konflik keluarga.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman, Dwi Wiharyani, mengatakan pihaknya memperoleh data dari Pengadilan Negeri Sleman dan Pengadilan Agama Sleman terkait angka perceraian selama tiga tahun terakhir. Secara umum, tren angkanya fluktuatif.
Namun, pada 2025, baik PN Sleman maupun PA Sleman sama-sama mencatat kenaikan perkara perceraian.
Berdasarkan data PN Sleman, jumlah kasus perceraian pada 2023 tercatat sebanyak 117 perkara. Angka tersebut menurun menjadi 111 perkara pada 2024, sebelum kembali meningkat menjadi 124 perkara pada 2025.
Adapun di PA Sleman yang menangani perkara bagi penduduk Muslim, pada 2023 tercatat 1.465 kasus. Jumlah itu turun menjadi 1.403 kasus pada 2024, lalu kembali naik menjadi 1.489 kasus pada 2025.
Upaya Tekan Angka Perceraian
DP3AP2KB Sleman memiliki empat program pembinaan ketahanan keluarga untuk menekan angka perceraian. Pertama, layanan konseling keluarga melalui Pusat Ketahanan Keluarga (Puspaga).
Kedua, penyelenggaraan kelas ketahanan keluarga yang dilaksanakan dalam empat angkatan sepanjang 2025 bekerja sama dengan DPRD Sleman. Setiap angkatan menyasar 50 peserta yang berasal dari unsur keluarga maupun pra-nikah.
Ketiga, pembentukan dan pembinaan melalui kelompok kegiatan Bina Keluarga Sejahtera, yang terdiri atas:
PIK Remaja sebanyak 150 kelompok
Keempat, pelatihan pendidik dan/atau konselor sebaya dalam Program GenRe/PIK Remaja dengan sasaran kalangan remaja di Kabupaten Sleman.
Faktor Ekonomi Dominan
Sebelumnya, Juru Bicara PN Sleman, Jayadi Husain, menyampaikan persoalan ekonomi masih menjadi faktor yang paling sering memicu konflik rumah tangga hingga berujung perceraian.
Jika faktor ekonomi menjadi pemicu dominan, Pemerintah Kabupaten Sleman dinilai perlu mempercepat upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian dari solusi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdik Sleman menyebut laporan SD Negeri Ledoknongko tidak mencantumkan siswa sebagai ABK, berbeda dengan informasi awal kepolisian.
Empat warga Dadapayu, Semanu, Gunungkidul, positif antraks. Sebanyak 47 orang masuk risiko terpapar dan dipantau selama 60 hari.
Marc Marquez menjadi yang tercepat di FP1 MotoGP Jepang 2026, mengungguli Jorge Martin dan Marco Bezzecchi di Sirkuit Motegi.
Sweet Caroline milik Neil Diamond punya sejarah panjang di arena olahraga. Kini lagu ini ikut terdengar dalam perayaan suporter Timnas Indonesia.
Mario Aji finis P24 di FP1 Moto2 Jepang 2026 dengan waktu 1:48,996 detik. Manuel Gonzalez menjadi yang tercepat.
FAM meminta FIFA menjelaskan perubahan injury time Indonesia vs Bangladesh dari dua menjadi tujuh menit dalam FIFA ASEAN Cup 2026.