DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Ilustrasi cuaca buruk./Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Gunungkidul. Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di Kapanewon Semin pada Selasa (3/3/2026) sore menyebabkan puluhan rumah rusak akibat tertimpa pohon tumbang dan terjangan angin.
Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Lurah Bendung, Semin, Didik Rubiyanto, mengatakan hujan deras yang turun sejak Selasa siang memicu sejumlah kejadian. Selain intensitas hujan tinggi, wilayah tersebut juga diterpa embusan angin kencang.
“Dampaknya banyak pohon tumbang akibat embusan angin kencang. Kejadiannya sekitar pukul 14.00 WIB dan data sementara tercatat ada enam bangunan rumah serta satu masjid dilaporkan rusak,” kata Didik, Selasa malam.
Ia menjelaskan pohon tumbang tidak hanya mengganggu akses jalan, tetapi juga menimpa rumah warga sehingga menyebabkan kerusakan.
“Masih terus kami data. Namun, saya pastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, mengatakan dampak terparah cuaca ekstrem paling dirasakan warga di Kapanewon Semin. Sebarannya mulai dari Kalurahan Bendung, Semin hingga Pundungsari.
Data sementara mencatat puluhan rumah rusak akibat tertimpa pohon tumbang maupun terjangan angin kencang. Di Kalurahan Pundungsari, terdapat 10 rumah dilaporkan rusak. Sementara di Kalurahan Semin ada enam rumah warga yang terdampak, dan di Kalurahan Bendung tercatat dua rumah mengalami kerusakan.
Selain itu, belasan pohon tumbang juga dilaporkan ambruk di pekarangan warga maupun melintang di jalan.
“Terus kami lakukan pendataan terkait dampak cuaca ekstrem yang terjadi di Semin,” ujar Edy.
Ia menambahkan, BPBD langsung menerjunkan personel untuk melakukan pendataan dan asesmen di lokasi kejadian. Bantuan logistik juga telah disiapkan untuk disalurkan kepada warga terdampak.
“Potensi cuaca ekstrem masih sangat mungkin terjadi sehingga masyarakat diminta tetap waspada dan berhati-hati saat beraktivitas,” katanya.
Guna mengurangi risiko, BPBD mengimbau masyarakat memangkas dahan dan ranting pohon yang rindang atau telah lapuk sebagai langkah antisipasi pohon tumbang di sekitar rumah.
“Saat hujan deras, kami juga mengimbau masyarakat menghindari berteduh di bawah pohon besar atau beraktivitas di daerah rawan longsor maupun di dekat sungai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Investasi pariwisata DIY mencapai Rp378,14 miliar hingga semester I 2026, tetapi turun 75,40% pada Triwulan II.
Kawasan olahraga Cangkring mulai ditata jelang Porda DIY 2027. DPRD Kulonprogo meminta persiapan dilakukan matang, termasuk UMKM dan penginapan.
Bansos Agustus 2026 mengacu DTSEN. Cek status penerima, desil, serta cara memperbarui dan menyanggah data melalui kanal resmi.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.