Petani Gunungkidul Dapat Bantuan Program Mina Padi Rp1 Miliar
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
Ilustrasi cuaca buruk./Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Gunungkidul. Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di Kapanewon Semin pada Selasa (3/3/2026) sore menyebabkan puluhan rumah rusak akibat tertimpa pohon tumbang dan terjangan angin.
Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Lurah Bendung, Semin, Didik Rubiyanto, mengatakan hujan deras yang turun sejak Selasa siang memicu sejumlah kejadian. Selain intensitas hujan tinggi, wilayah tersebut juga diterpa embusan angin kencang.
“Dampaknya banyak pohon tumbang akibat embusan angin kencang. Kejadiannya sekitar pukul 14.00 WIB dan data sementara tercatat ada enam bangunan rumah serta satu masjid dilaporkan rusak,” kata Didik, Selasa malam.
Ia menjelaskan pohon tumbang tidak hanya mengganggu akses jalan, tetapi juga menimpa rumah warga sehingga menyebabkan kerusakan.
“Masih terus kami data. Namun, saya pastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, mengatakan dampak terparah cuaca ekstrem paling dirasakan warga di Kapanewon Semin. Sebarannya mulai dari Kalurahan Bendung, Semin hingga Pundungsari.
Data sementara mencatat puluhan rumah rusak akibat tertimpa pohon tumbang maupun terjangan angin kencang. Di Kalurahan Pundungsari, terdapat 10 rumah dilaporkan rusak. Sementara di Kalurahan Semin ada enam rumah warga yang terdampak, dan di Kalurahan Bendung tercatat dua rumah mengalami kerusakan.
Selain itu, belasan pohon tumbang juga dilaporkan ambruk di pekarangan warga maupun melintang di jalan.
“Terus kami lakukan pendataan terkait dampak cuaca ekstrem yang terjadi di Semin,” ujar Edy.
Ia menambahkan, BPBD langsung menerjunkan personel untuk melakukan pendataan dan asesmen di lokasi kejadian. Bantuan logistik juga telah disiapkan untuk disalurkan kepada warga terdampak.
“Potensi cuaca ekstrem masih sangat mungkin terjadi sehingga masyarakat diminta tetap waspada dan berhati-hati saat beraktivitas,” katanya.
Guna mengurangi risiko, BPBD mengimbau masyarakat memangkas dahan dan ranting pohon yang rindang atau telah lapuk sebagai langkah antisipasi pohon tumbang di sekitar rumah.
“Saat hujan deras, kami juga mengimbau masyarakat menghindari berteduh di bawah pohon besar atau beraktivitas di daerah rawan longsor maupun di dekat sungai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
Simak contoh surat referensi kerja yang benar, fungsi, manfaat, serta format resmi yang dapat meningkatkan peluang diterima di perusahaan.
Rektor Prof. Hari Purnomo mengajak alumni membangun growth mindset untuk menghadapi AI dan tantangan global.
Video Pos Polisi Nampu Saradan viral di media sosial. Warganet membagikan kenangan melintasi jalur lama Madiun–Nganjuk sebelum era jalan tol.
Gempa Pacitan Magnitudo 5,3 mengguncang Jawa Timur dan terasa hingga DIY. BMKG memastikan gempa akibat subduksi ini tidak berpotensi tsunami.
Pemda DIY buka fakta proyek mesin susu 2023. Kontrak diputus, pembayaran dihentikan, dan kasus kini diselidiki Kejati DIY.