Pakar UNY: Mutu Kampus Tak Cukup Diukur dari Biaya Kuliah
Perguruan tinggi harus ditopang tata kelola, budaya akademik, dan integritas, bukan sekadar biaya kuliah.
Polda DIY menggelar Latpraops Ketupat Progo 2026 pada Rabu (4/3/2026) di Gedung Anton Soedjarwo Polda DIY./Istimewa -- Polda DIY
Harianjogja.com, SLEMAN — Polda DIY mulai mematangkan strategi pengamanan Idulfitri 1447 H melalui Latihan Pra Operasi (Latpraops) Ketupat Progo 2026. Operasi pengamanan arus mudik dan Lebaran itu dijadwalkan berlangsung mulai 13 Maret 2026.
Latpraops digelar di Gedung Anton Soedjarwo Polda DIY, Rabu (4/3/2026), dipimpin Karoops Polda DIY Kombes Pol Rendra Radita Dewayana dan diikuti personel dari berbagai satuan fungsi serta jajaran.
Dalam amanat Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono yang dibacakan Rendra, Operasi Ketupat Progo 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026.
Tekankan Langkah Preemtif dan Preventif
Operasi ini mengedepankan langkah preemtif dan preventif guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama momentum Lebaran.
"Melalui Latpraops ini kami menyamakan persepsi terkait cara bertindak dan langkah-langkah yang akan dilakukan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Progo 2026, sehingga seluruh personel memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan tugas di lapangan," tuturnya.
Rendra berharap seluruh personel memahami secara menyeluruh pola pengamanan, mekanisme koordinasi, hingga strategi pengelolaan situasi di lapangan agar pelaksanaan operasi berjalan optimal.
Pastikan Kesiapan Personel
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menegaskan Latpraops menjadi tahapan penting untuk memastikan kesiapan personel sebelum operasi dimulai.
"Harapannya, seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Progo 2026 dapat melaksanakan tugas secara profesional sehingga masyarakat dapat melaksanakan mudik dan hari raya dengan aman dan nyaman," tuturnya.
Menurutnya, latihan pra operasi menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan personel, baik dari sisi pemahaman tugas, koordinasi antar satuan, maupun pola bertindak di lapangan.
Dengan adanya Latpraops, seluruh personel diharapkan siap menghadapi berbagai potensi kerawanan selama periode Lebaran, sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perguruan tinggi harus ditopang tata kelola, budaya akademik, dan integritas, bukan sekadar biaya kuliah.
Bea Cukai Kudus menerapkan ultimum remidium terhadap tujuh kasus rokok ilegal dengan total denda Rp582,71 juta sepanjang semester I/2026.
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.
Sebanyak 11 SPPG di Sleman menghentikan operasional sementara akibat kendala renovasi, IPAL, dan administrasi.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan pada 2026. Dua proyek sudah memasuki tahap kontrak.
Sebanyak 80 siswa SD di sekitar Bandara YIA diajak mengenal dunia penerbangan dan aktivitas kebandarudaraan melalui program TJSL.