Gunungkidul Tak Kebagian Kuota Transmigrasi 2026, Ini Penyebabnya
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Proses evakuasi korban kecelakaan tunggal di ruas jalan Kepek–Ngobaran di Padukuhan Wareng, di Kepek, Saptosari, Sabtu (14/3/2026). Foto istimewa Polsek Saptosari.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kecelakaan tunggal di Saptosari, Gunungkidul menewaskan seorang remaja putri berusia 12 tahun di jalur wisata Kepek–Pantai Ngobaran, tepatnya di Padukuhan Wareng, di Kepek, Saptosari.
Dua remaja lain yang bersama korban dalam peristiwa tersebut mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis. Peristiwa ini menjadi perhatian karena korban diketahui masih berusia sangat muda dan mengendarai sepeda motor tanpa didampingi orang dewasa.
Peristiwa kecelakaan tunggal di Saptosari ini baru terungkap pada Sabtu (14/3/2026) setelah seorang petani menemukan tiga remaja tergeletak di area ladang pertanian di sekitar jalur wisata tersebut. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada warga dan aparat kepolisian setempat sehingga proses penanganan dapat segera dilakukan.
Kapolsek Saptosari, AKP Sigit Teja Sukmana mengatakan, pihak kepolisian tidak dapat memastikan waktu pasti kecelakaan tunggal di Saptosari tersebut terjadi. Hal ini karena ketiga korban diketahui pamit kepada keluarga pada Jumat (13/3/2026) sore untuk menghadiri acara berbuka puasa bersama.
Setelah pamit untuk buka bersama, ketiganya ternyata tidak pulang hingga keesokan harinya. Kondisi itu membuat keberadaan mereka sempat tidak diketahui hingga akhirnya ditemukan oleh seorang petani di area ladang di sekitar jalur wisata tersebut.
“Setelah dicek, satu korban meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka. Tiga anak ini masih berusia 12 tahun,” kata Sigit, Sabtu siang.
Begitu menerima laporan mengenai kecelakaan tunggal di Saptosari tersebut, petugas kepolisian langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan serta memastikan kondisi para korban. Sementara itu, dua remaja yang mengalami luka-luka segera dievakuasi menuju rumah sakit agar mendapatkan penanganan medis.
“Sudah bisa kami minta keterangan berkaitan dengan kronologi kejadian kecelakaan tunggal ini,” katanya.
Menurut dia, setelah selesai mengikuti kegiatan berbuka puasa bersama, ketiga remaja tersebut berboncengan menggunakan sepeda motor matik dan berencana mencoba jalur baru menuju kawasan wisata Pantai Ngobaran. Namun dalam perjalanan, kendaraan yang mereka kendarai diduga kehilangan kendali hingga akhirnya terperosok ke ladang pertanian di sekitar jalur tersebut.
“Belum mahir mengendarai motor sehingga kehilangan kendali hingga akhirnya terperosok ke ladang pertanian,” katanya.
Sigit berharap kecelakaan tunggal di Saptosari ini dapat menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya orang tua, agar tidak memberikan izin kepada anak-anak yang belum cukup umur untuk mengendarai sepeda motor sendiri.
Ia menegaskan bahwa risiko kecelakaan lalu lintas dapat meningkat ketika pengendara belum memiliki keterampilan dan usia yang memadai untuk berkendara di jalan umum.
“Belum cukup umur. Mengendarai motor sendirian tidak hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga orang lain,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Kubu Don Ritto berencana mengajukan praperadilan atas penyitaan emas 74 kilogram dan valas dalam perkara yang menyeret eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
RANS menerima pengunduran diri Direktur Grandy Prajayakti. Perseroan memastikan operasional tetap berjalan normal dan akan menggelar RUPS.
Kemnaker menargetkan 300 ribu peserta Pelatihan Vokasi Nasional pada 2026 untuk mencetak SDM siap kerja sesuai kebutuhan industri.
Sebanyak 45 Koperasi Desa Merah Putih di Blora mulai beroperasi setelah mengantongi izin usaha lengkap dan berbadan hukum.
Rusia memperpanjang larangan ekspor bensin hingga akhir 2026 demi menjaga pasokan domestik dan menstabilkan harga bahan bakar.