Komisi B DPRD Kota Jogja Minta Target Pendapatan 2027 Realistis
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Foto ilustrasi pembayaran parkir digital, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA—Hari pertama pemberlakuan larangan parkir bus pariwisata di Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati berjalan kondusif.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah awal yang krusial dalam menata kawasan Sumbu Filosofi, terutama pada poros utama dari Malioboro hingga ke Titik Nol Kilometer.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menyatakan bahwa pembatasan operasional bus pariwisata yang selama ini memenuhi TKP Senopati kini mulai ditegakkan.
Kebijakan tersebut merupakan strategi besar untuk membatasi volume kendaraan besar yang masuk ke jantung kawasan Sumbu Filosofi guna menjaga kelestarian dan kenyamanan area tersebut.
“Parkiran di sebelah barat Titik Nol yang dulu dipakai untuk bus sekarang sudah kami kondisikan,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).
Melalui penataan ini, bus pariwisata kini diwajibkan memanfaatkan kantong parkir lain yang telah disiapkan, seperti TKP Ngabean dan lahan Eks Menara Kopi Kotabaru.
Hasto merinci bahwa sekitar 20 hingga 40 unit bus yang biasanya memadati Senopati akan didistribusikan ke dua lokasi alternatif tersebut guna memecah kepadatan di pusat kota.
“Bus yang biasanya sekitar 20 sampai 40 unit di Senopati akan kita pindahkan sebagian ke Menara Kopi dan sebagian ke Ngabean,” jelasnya.
Penataan ini dilakukan dengan pendekatan persuasif kepada para operator bus pariwisata agar mematuhi aturan titik pemberhentian yang baru.
Hasto optimistis jika skema ini berhasil, pembatasan bus besar di kawasan Sumbu Filosofi akan dipermanenkan, bahkan setelah periode libur mudik Lebaran 2026 berakhir.
“Harapan saya kalau ini sukses, setelah Lebaran pun bus tidak boleh masuk ke kawasan itu,” katanya.
Selain fokus di Senopati, Pemkot Jogja juga tengah mengkaji regulasi serupa untuk kawasan Tugu Pal Putih. Dalam rencana yang sedang dimatangkan, akses bus di sekitar Tugu akan diperketat dan hanya diperbolehkan bagi bus yang memiliki kerja sama resmi dengan pihak hotel untuk keperluan menurunkan tamu.
“Nanti kita kondisikan hanya bus yang sudah kerja sama dengan hotel untuk menurunkan penumpang yang boleh masuk, mungkin dengan barcode khusus. Selebihnya tidak ada bus yang lewat di Tugu,” ujarnya.
Hasto mengakui bahwa transformasi di kawasan Sumbu Filosofi memerlukan waktu dan strategi lapangan yang dinamis. Ia menekankan bahwa meskipun penuh tantangan, progresivitas penataan harus tetap berjalan selaras dengan kebutuhan pelestarian kawasan warisan budaya tersebut, selama solusi bagi para pelaku wisata telah tersedia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.